Banner Atas

In Memoriam H Herman Maskar SPd, MSi, Anggota Dewan Pendidikan Riau

Membuncah Hingga Akhir Hayat Urus Pendidikan dan Budaya, Selamat Jalan Datuk Seri...

News Jumat, 10 Oktober 2025 - 07:07 WIB
Membuncah Hingga Akhir Hayat Urus Pendidikan dan Budaya, Selamat Jalan Datuk Seri...

Bupati Pelalawan H Zukri dan Wakil Bupati Pelalawan H Husni Thamrin ikut berdoa dan diiringi banyak warga Pelalawan. Sekitar pukul 22.30 WIB dirinya ditempatkan di Makam Bahagia Taman Makam Pahlawan Pelalawan. (Foto Istimewa)

Panggilan Azan Zuhur menggema bersahut-sahutan. Terdengar jelas dari sebuah rumah sakit swasta di Bukit Tinggi. Menjadi petanda waktu menghadap yang kuasa. Seiring itu, kabar duka datang pula. Innalillahi wainnaillahi rojiun. Tepat pukul 12.07 WIB, salah seorang anggota Dewan Pendidikan (Dewandik) Provinsi Riau H Herman Maskar SPd, MSi menghadap sang khalik. Meninggalkan semua bakti baik. Riau kembali kehilangan seorang budayawan, peneliti sejarah, pelaku sastra lisan. Hingga akhir hayatnya, dia masih mengabdi sebagai Ketua Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Pelalawan.

Sesama anggota Dewandik Riau menyebut sosok yang satu ini dengan sapaan datuk. Bukan karena dia sudah berumur dan lanjut usia. Tapi memang ditabalkan gelar itu, karena pengabdian sebagai budayawan. Gelarnya Datuk Seri Herman Maskar.

Datuk Herman dikenal sebagai sosok yang banyak mengabdian diri di bidang pendidikan. Lahir di Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan 21 November 1960. Sejak 1984 dia sudah bekerja di Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan Riau. Sejak itu semangatnya terus membuncah mengurusi pendidikan dan kebudayaan di rantau Riau. Mulai dari Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Siak dan Pelalawan.

‘’Mempelajari budaya ini memang suatu keharusan bagi generasi muda. Sebab itulah yang akan berkekalan. Saya sangat ingin anak-anak didik ini mengenal dengan baik budaya tempatan. Kini sudah ada muatan lokal. Tapi ini harus menjadi komitmen berkelanjutan kita bersama,’’ katanya suatu saat dalam sebuah monitoring dan evaluasi (monev) Dewandik Riau disebuah sekolah di Kabupaten Pelalawan tentang pelaksanaan muatan lokal.

Kemanapun dia pergi, tetap disempatkan melihat bilik budaya dan kesenian Melayu yang terdapat di satuan pendidikan, mulai dari SMP, SMA, SMK, MA. Tetap bertanya bagaimana sekolah mengaplikasi nilai-nilai budaya kepada siswa. Bahkan, dia juga minta setiap sekolah mempraktekan bahasa Melayu daerah masing-masing untuk dipraktekan. Minimal sepekan sekali.

‘’Supaya bahasa daerah ini tidak tercerabut dari akarnya,’’ jelasnya.

Kini gerakan ini juga sudah digiatkan oleh Balai Bahasa Propinsi di berbagai daerah dan sekolah. Begitu pula dengan tradisi seni, seperti sastra lisan yang begitu banyak yang perlu dijaga kelestariannya. Datuk Herman tak segan-segan menunjukan dan langsung belagu dan melantunkan beberapa contoh sastra lisan yang terjadi di masyarakat Petalangan di Pelalawan.

Perjalanan datuk seri memang cukup panjang. Dia dipandang sebagai tokoh masyarakat tempatan. Banyak orang mengenalnya. Bahkan, Datuk Herman Maskar pernah terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Pelalawan selama dua periode 2004-2014. Dia juga juga terus berbagi ilmu sebagai dosen di FKIP Universitas Islam Riau (UIR) dan Akademi Komunitas Negeri Pelalawan.

Khusus di organisasi kebudayaan, Datuk Herman pernah berkhidmat di Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia Riau, Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan, dan Forum Komunikasi Anak Riau Kabupaten Pelalawan. Soal ini, ada event unik yang dia gelar. Pernah bercerita, dalam sebuah gelaran budaya, dia tampil nonstop 24 jam, mengekpresikan hasil penelitiannya dengan melantunkan bait-bait nasihat sastra lisan Riau.

Terus mengalir, dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Dewandik Riau sejak 2022 hingga akhir hayatnya. Datuk Herman begitu bersemangat. Mungkin ini sudah sikapnya dalam bidang pendidikan sejak lama. Tak ayal lagi, dia dipercaya oleh Pemkab Pelalawan menjadi anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pelalawan selama dua periode 2007-2017.

Semangat yang sama juga dia tunjukan diakhir-akhir hayatnya. Sejak masuk RSUD Selasih Pelalawan beberapa pekan lalu, lalu dirujuk ke RS Awal Bros Pekanbaru, terus menampakan progres membaik. Anggota Dewandik yang bergantian membezuk Datuk Herman terus memberikan semangat. Walaupun dirinya hanya merespon dengan kedipan mata.

‘’Sudah ada perubahan sejak berobat ini. Kalau ditanya kadang dijawab dengan linangan air matanya. Terakhir dia yang menyetujui untuk berobat ke sebuah rumah sakit khusus di Bukit Tinggi, Sumbar,’’ kata Datin Ani, istri yang selalu bersamanya hingga ajal menjemput.

Masyarakat luas, baik Pemkab dan LAMR Pelawan memberikan penghormatan atas jasa-jasanya selama ini. Sebelum dimakamkan, Kamis (9/10/2025) malam, jenasah disemayamkan di Balai Adat Pelalawan. Mendoakan dirinya supaya mendapatkan tempat terbaik di alam barzah. Raungan sirine ambulance mengantarnya kepemakaman. Bupati Pelalawan H Zukri dan Wakil Bupati Pelalawan H Husni Thamrin ikut berdoa dan diiringi banyak warga Pelalawan. Termasuk beberapa kawan sejawat sesama Dewandik Riau. Sekitar pukul 22.30 WIB dirinya ditempatkan di Makam Bahagia Taman Makam Pahlawan Pelalawan. Selamat jalan datuk, bukti baik akan terus dikenang.***

(Fithriady Syam, Anngota Dewan Pendidikan Riau)

FSY
Editor :Fithriady Syam