SMAN 8 Pekanbaru Bersiap Jalankan Program PJJ, Dewandik Riau Beri Atensi Khusus Kemendikdasmen
Ketua Dewandik Provinsi Riau Prof Dr Junaidi SS Mhum, PhD DOK DEWANDIK RIAU/FS
RIAU (DPPR) – Sebuah perkembangan menarik terjadi di satuan pendidikan Riau. SMAN 8 Pekanbaru mendapat kepercayaann dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Jakarta, sebagai Sekolah Induk program SMAN yang menjalankan program pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Provinsi Riau.
Pencapaian itu mendapat respon positif Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau. Berdasarkan telaah yang dilakukan lembaga ini dan komunikasi yang dijalin bersama Dewan Pendidikan Nasional, kepercayaan ini harus bisa menjadi pemicu bagi sekolah lainnya untuk berkontribusi bagi siswa didik yang sulit mendapat pendidikan berkualitas diberbagai daerah.
‘’Ini contoh baik dan patut dikembangkan terus. Program pendidikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mewadahi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang ada di berbagai pelosok Riau, akan jadi pemicu untuk selalu semangat untuk bersekolah,’’ kata Ketua Dewandik Riau Prof Dr Junaidi SS Mhum, PhD saat dikonfirmasi media.
Saat ini, tim pengajar di SMAN 8 Pekanbaru memang tengah menggali modul pembelajaran yang dibuat oleh Puskurjar Dikdasmen RI.
‘’Polanya memang sudah ditentukan. Tinggal lagi impelemntasi di lapangan. Karena anak-anak ini memiliki karakter tersendiri, maka akan ada kendala yang bisa muncul di lapangan. Kita bersyukur, selain SMAN 8 Pekanbaru sebagai sekolah induk, juga ada beberapa sekolah lainnya dibeberapa daerah yang menjadi mitra untuk menjalankan program ini,’’ lanjut Prof Junaidi yang juga menjadi Ketua Forum Dewan Pendidikan se-Indonesia.
Menurut data yang diterima Dewandik Riau, beberapa sekolah yang jadi mitra di kabupaten/kota se-Riau antara lain SMAN 1 Tembilahan Hulu-Kab Inhil, SMAN 2 Kota Dumai, SMAN 1 Rengat-Kab Inhu, SMAN 1 Bagan Sinembah-Kab Rohil dan SMAN 2 Tebing Tinggi-Kab Meranti.
Bagi siswa di Riau yang ingin mengikuti program ini memang harus memiliki kriteria tersendiri. Misalnya program PJJ terdiri dari Anak Tidak Sekolah (ATS), berusia 16- 18 tahun. Bersedia mengikuti pembelajaran secara daring dan memiliki Nomor Induk Siswa basional (NISN) yang tidak aktif minimal 2 tahun. Pendaftaran dimulai Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Sedangkan untuk pembelajaran diperkirakan sudah mulai Agustus juga.
‘’Paling pokok program Pembelajaran Jarak Jauh ini bersifat gratis dan dikelola oleh Kemendikdasmen RI. Jadi kita manfaatkan secara optimal. Jika memang ada siswa dengan kriteria tersebut, maka kita bantu secara bersama-sama,’’ lanjut Prof Junaidi lagi. (FSY/SP)








