Banner Atas

Pekanbaru

Sekda Riau: Mahasiswa KIP-K Harus Siap Bersaing di Era Digital

Daerah Senin, 15 Juni 2026 - 15:24 WIB
Sekda Riau: Mahasiswa KIP-K Harus Siap Bersaing di Era Digital

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi. (Dok Pemprov Riau)

PEKANBARU (DPPR) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berkomitmen mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, para mahasiswa penerima manfaat jaring pengaman pendidikan diharapkan tidak sekadar menjadi menara gading akademik, melainkan tumbuh sebagai motor penggerak yang kaya akan ide, inovasi, serta kontribusi nyata bagi daerah.

Ajakan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat hadir dan didapuk sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam agenda berskala nasional. Syahrial memberikan orasi ilmiahnya pada pembukaan Pekan Olahraga, Diskusi Ilmiah, dan Seni Nasional (Porsidinas) Forum Mahasiswa KIP-K 2026, yang dipusatkan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Pekanbaru, pada Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Riau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran pengurus Forum Mahasiswa KIP-K UIN Suska Riau yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan forum konsolidasi mahasiswa tersebut. Kegiatan multi-aspek ini dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam menempa integritas karakter, memperluas cakrawala wawasan sosiologis, serta mendongkrak daya saing mahasiswa di tengah ketatnya kompetisi global.

Menurut Syahrial, muatan tema yang diusung dalam pameran nasional ini, yakni "Smart Moves, Bright Future: Bersatu dalam Gerak, Berkembang dengan Gagasan, Berkarya untuk Bangsa", sangat relevan dengan kebutuhan geopolitik Indonesia saat ini. Pemilihan substansi materi tersebut mencerminkan urgensi penyatuan visi kolektif generasi muda dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.

Dihadapan ratusan delegasi mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, Syahrial memaparkan dinamika global yang saat ini tengah mengalami eskalasi perubahan yang berjalan sangat masif dan cepat. Beberapa indikator utamanya ditandai dengan ketatnya persaingan ekonomi, arus besar transformasi digital secara sektoral, hingga lompatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang secara fundamental mengubah peta dan cara kerja manusia di era modern.

Merespons penetrasi teknologi yang tak terbendung tersebut, mahasiswa penerima beasiswa dituntut untuk bergerak taktis dengan terus meng-upgrade kapasitas diri secara mandiri di luar ruang kelas. Penguasaan literasi teknologi mutakhir, pemahaman instrumen inovasi digital, serta pendalaman ilmu pengetahuan mutlak diperlukan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu mengambil peran sentral dalam menyusun cetak biru pembangunan nasional.

"Melalui pelaksanaan Porsidinas 2026 ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap forum ini dapat menjelma menjadi inkubator yang efektif dalam melahirkan gagasan baru, ruang kolaborasi inklusif yang baru, serta melahirkan ragam inovasi sosial yang segar. Kita membutuhkan generasi muda terdidik yang secara mental dan intelektual siap mengambil alih estafet kepemimpinan demi kemajuan Indonesia," ujar Syahrial Abdi.

Sekda Riau menegaskan bahwa tata kelola program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan instrumen investasi jangka panjang yang dibiayai negara untuk memastikan aspek keadilan sosial di sektor pendidikan tinggi berjalan optimal. Kebijakan ini hadir sebagai garansi bahwa keterbatasan finansial tidak boleh lagi menjadi tembok penghalang bagi anak-anak bangsa untuk meraih gelar sarjana, karena putra-putri terbaik pengubah peradaban bisa lahir dari latar belakang mana saja. (MNA/MCR)

Muthia NA
Editor :FA Syam