Disdik Riau Imbau Sekolah Ciptakan Kegiatan Positif di Luar Jam Pelajaran
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya. (Dok Dinas Pendidikan Provinsi Riau)
PEKANBARU (DPPR) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mengimbau kepada semua sekolah SMA/SMK sederajat baik negeri maupun swasta bisa berinovasi agar waktu di luar jam sekolah, siswa bisa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya mengatakan, pihaknya mengimbau agar sekolah bisa berinovasi membuat kegiatan-kegiatan di luar jam sekolah. Sehingga, waktu siswa tersebut saat di luar jam sekolah bisa disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif.
"Jadi waktu siswa itu tidak habis dengan hal-hal yang kurang produktif. Misalnya, ketika dia tidak sekolah disibukkan dengan main game, medsos, bahkan ada juga yang bermain judi online. Itu kan kegiatan yang tidak positif. Apalagi kalau ada yang sampai narkoba," ujar Erisman Yahya.
"Beberapa waktu lalu Pak Gubernur Riau juga telah meminta sekolah-sekolah agar memperhatikan siswa terhadap kemampuan berbahasa asing. Ini kan bisa dibuat kegiatannya. Ini kan hal-hal yang positif. Apalagi sekarang teknologi sudah canggih yang bisa membantu kita untuk bisa belajar bahasa asing itu," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, selain itu juga mungkin bisa membuat kegiatan-kegiatan olahraga contohnya seperti membuat pertandingan sepak bola dan lainnya, dengan memanfaatkan lapangan sekolah sehingga tidak memerlukan biaya yang besar.
"Saya menghimbau lah kepada sekolah-sekolah ini agar bagaimana sekolah-sekolah ini bisa berinovasi, bisa lebih proaktif menginisiasi kegiatan-kegiatan yang bersifat positif untuk siswa, agar siswa di luar jam belajar sekolah waktu nya itu bisa untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai waktunya habis di luar jam sekolah untuk hal yang tidak produktif," ungkapnya.
Ia menambahkan, inilah yang penting diinisiasi oleh para guru-guru di sekolah agar bisa disibukkan siswa itu dengan kegiatan yang positif.
"Intinya kalau anak-anak kita ini disibukkan dengan hal-hal yang positif kita berharap generasi emas 2045 itu benar-benar terwujud. Kalau mereka disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak positif, kapan mereka menemukan jati dirinya. Itu yang kita harapkan agar siswa bisa melakukan kegiatan yang positif," pungkasnya. (MNA/SP)








