Setahun Program MBG, Pemerintah Fokus Peserta Didik dan Kelompok Rentan
MBG akan difokuskan pada kelompok rentan, sasaran utama program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik. INTERNET
NASIONAL (DPPR) - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan perkembangan setelah satu tahun berjalan. Selain berfokus pada pemenuhan gizi, program ini juga dinilai mampu memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa MBG difokuskan pada kelompok rentan. Sasaran utama program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik.
“MBG ini untuk kelompok rentan, ibu hamil, ibu menyusui, balita, kemudian peserta didik. Diutamakan 1000 hari kehidupan,” ujar Sony.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini terlihat dari keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program.
“Efek MBG untuk menghidupkan perekonomian daerah sangat terasa. Saat ini ada 26.663 SPPG terverifikasi yang telah beroperasional dan 1,18 juta relawan pekerja terlibat,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa program MBG terus mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Evaluasi dari berbagai pengalaman menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas program.
“Program ini terus mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Semua yang terjadi adalah pengalaman agar kita bisa mewujudkan visi besar Presiden Prabowo,” kata Muhaimin.
Ia menegaskan bahwa MBG merupakan investasi strategis bangsa dalam membangun sumber daya manusia unggul. Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata di masyarakat.
“MBG adalah investasi strategis bangsa, sebagai komitmen kepada generasi muda yang memiliki SDM unggul dan berdampak ekonomi secara nyata,” lanjutnya.
Muhaimin juga menekankan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemberian gizi semata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara luas. Program ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai di berbagai sektor.
“MBG tidak hanya berikan gizi, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas. Hari ini kita menyaksikan penyempurnaan program ini,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, ia membuka ruang bagi kritik yang konstruktif demi keberhasilan program. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan program benar-benar memberikan manfaat optimal.
“Agar program ini benar-benar bermanfaat, kritik yang menjadi solusi sangat diperlukan,” tutup Muhaimin.
Asisten II Setdaprov Riau, Helmi D turut hadir secara virtual acara refleksi bertajuk "Satu Tahun Perjalanan Makanan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat" yang di gelar di RCC Menara Lancang Kuning, Kamis (16/4/2026) tersebut. (MNA/MCR)








