Banner Atas

Tembilahan, Indragiri Hilir

Kunjungi SMKN 1 Tembilahan, Dewandik Riau Pantau Uji Tes Kemampuan Akademik

Nasional Jumat, 07 November 2025 - 14:38 WIB
Kunjungi SMKN 1 Tembilahan, Dewandik Riau Pantau Uji Tes Kemampuan Akademik

Anggota Dewandik Riau Aiden Yusti SPd MSi (batik biru) saat mengunjungi SMKN 1 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (6/11/2025) melihat proses uji Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Dok Dewandik Riau)

TEMBILAHAN (DPPR) – Guna melihat secara langsung pelaksanaan uji Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tingkat SMA dan SMK yang berlangsung secara nasional, Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau melakukan pemantauan terhadap hal itu. Kali ini, anggota Dewandik Riau Aiden Yusti SPd MSi mengunjungi SMKN 1 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (6/11/2025)

Dalam kunjungan ini, Dewandik diterima langsung oleh Kepsek SMKN 1 Tembilahan Abdul Rahim, SPd, MPd. Pihak sekolah juga mengajak melihat secara langsung uji TKA di beberapa ruang kelas 12 sekolah tersebut..

Dalam keteranganya, Kepsek menyebut kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan SK Panitia Pelaksana TKA dengan surat Nomor 400.3.1.1/SMKN1TBH-INHIL/2025/254 yang diterbitkan. Sehingga uji TKA ini mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen.

‘’Mata uji pilihan yang sudah didaftarkan sesuai surat pernyataan keikutsertaan Tes Kemampuan Akademik. Seluruh siswa memang diminta untuk membuat surat pernyataan keikutsertaan atau ketidak ikutsertaan dan ditandatangani oleh orang tua/wali murid kemudian diberikan  ke sekolah,’’ katanya.

Dalam pelaksanaan ini, Dinas Pendidikan Riau juga menunjuk penyelia pengawas untuk memantau pelaksanaan tes di sekolah-sekolah.

‘’Seperti uji umumnya, pengawas ruangan, petugas dan teknisi tes TKA memberikan penjelasan sebelum memasuki ruang terkait tugas dan tata tertib yang harus dilaksanakan,’’ lanjutnya.

Di SMKN 1 Tembilahan, jumlah peserta didik yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2025 adalah 380 siswa, sementara yang tidak mengikuti ada 36 orang.

Ditanyai sebab adanya siswa yang tidak mengikuti uji TKA ini, Kepsek mengatakan ini terkait dengan keinginan yang bersangkutan, karena tidak melanjutkan ke jenjang kuliah.

‘’Peserta didik yang tidak mengikuti TKA diindetifikasi adalah siswa-siswa yang tidak akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Guru-guru sudah melakukan komunikasi kepada siswa dan orang tua. Namun mereka tetap tidak ingin ikut,’’ urainya.

Dalam pada itu, anggota Dewandik Aiden Yusti menyebut pihaknya ingin mengetahui lebih jauh tentang realitas uji tersebut di satuan pendidikan. Beberapa sekolah yang sudah dikunjungi guna melihat program nasional ini.

‘’Secara umum, kita melihat tidak ada kendala dalam pelaksanaan TKA ini. Baik dalam jaringan internet, komputer, hingga penggunaan server. Kita juga berkomunikasi dengan siswa, apa yang mereka rasakan. Tidak ada keluhan,’’ katanya disela-sela kunjungan.

Dalam diskusi yang berkembang dengan beberapa guru, ada beberapa saran dan masukan. Hal ini terkait dengan kesiapan sekolah di daerah-daerah.

‘’Sebaiknya ada penyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan dalam penyusunan, pelaksanaan, serta analisis hasil TKA agar mutu asesment di setiap satuan pendidikan lebih merata dan akurat,’’ ujar Kepsek Abdul Rahim.

Diketahui, integrasi hasil TKA dengan Sistem Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional haruslah terealisasi. Hasil TKA sebaiknya dihubungkan dengan sistem evaluasi mutu sekolah (Raport Pendidikan dan Asesmen Nasional, red). Sebagai dasar penyusunan kebijakan intervensi peningkatan literasi, numerasi, dan kesiapan karier peserta didik di tingkat SMA dan SMK. (FSY)

 

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam