Banner Atas

Pekanbaru

Menag Prof Nasaruddin Kupas Peran Gen Z dalam Kemajuan Islam di Kampus UIR

Metropolis Kamis, 24 April 2025 - 06:24 WIB
Menag Prof Nasaruddin Kupas Peran Gen Z dalam Kemajuan Islam di Kampus UIR

Menag memberikan Kuliah Umum bertema “Peran Gen Z dalam Kemajuan Islam”, di Kampus Universitas Islam Riau (UIR) Rabu (23/4/2025). (Dok UIR)

PEKANBARU (DPPR) – Muhibah Menteri Agama Republik Indonesia Prof KH Nasaruddin Umar ke Riau dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan. Salah satunya, Menag memberikan Kuliah Umum bertema “Peran Gen Z dalam Kemajuan Islam”, di Kampus Universitas Islam Riau (UIR) Rabu (23/4/2025).

Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr Muliardi, MPd, Dewan Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, wakil–wakil Rektor, hingga pimpinan fakultas se-lingkungan UIR.

Menteri Agama RI mengupas bahwa Gen Z merupakan individu kelahiran tahun 1997 sampai 2012. Gen Z diapit oleh dua kelompok yaitu Gen Milenial dan Gen Alpha.

Gen Z bukan sembarang individu, umumnya anak diajarkan oleh orang tua, namun yang menjadi fenomena saat ini justru sebaliknya.

Hal ini tentu berkaitan dengan adanya Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi. Berdasarkan data yang ada, saat ini pengguna internet di Indonesia digandrungi oleh Gen Z sehingga gen Z menjadi penakluk pengguna IT.

“Maka tidak heran jika saat ini tampak orang tua yang belajar kepada anak khusunya dalam penggunaan internet,” ucap Prof. KH. Nasaruddin Umar.

Dalam dunia pendidikan Gen Z tidak lagi mementingkan pemaparan yang panjang, misal pemaparan dari dosen di ruang kelas. Gen Z lebih senang mencari informasi secara mandiri dan to the point.

Menilik fenomena ini, Menteri Agama RI mengajak mahasiswa untuk menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dalam proses belajar hendak memadukan antara zikir dan fikri, antara iqro dan bismilah.

“Oleh karenanya penting untuk digarisbawahi bukan hanya sekedar mencari IPK tinggi namun juga membarengi dengan mendekatkan diri kepada Allah, sehingga dalam proses belajar laboratoriumnya adalah sajadah,” terang Kemenag RI.

Lebih jauh, Menag juga memberikan nasehat untuk dosen. Seorang ilmuan yang benar adalah dia yang mampu mengantarkan diri dan mahasiswanya kepada Allah. Ia berharap agar Universitas Islam Riau dapat menciptakan alumni yang tidak hanya pintar namun juga arif. Orang yang pintar belum tentu arif, sedangkan orang arif sudah pasti pintar. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam