Banner Atas

Yogyakarta

Sematkan Pin Alumni ke Wisudawan UGM, Prof Junaidi Jadi Tamu Istimewa

News Kamis, 23 April 2026 - 13:24 WIB
Sematkan Pin Alumni ke Wisudawan UGM, Prof Junaidi Jadi Tamu Istimewa

Prof Dr Junaidi, MHum, PhD hadir sebagai tamu kehormatan dalam prosesi Wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode III Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (21/04/2026) DOK HUMAS UNILAK/FS

‎‎YOGYAKARTA (DPPR) – Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau yang juga Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Prof Dr Junaidi, MHum, PhD hadir sebagai tamu kehormatan dalam prosesi Wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode III Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (21/04/2026) lalu.

Kehadiran Prof Junaidi di Grha Sabha Pramana UGM sekaligus dalam kapasitasnya sebagai Ketua Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Pekanbaru, dan pengurus pusat, untuk menyematkan pin kepada wisudawan.

‎‎Acara wisuda dibuka langsung oleh Rektor UGM Prof dr Ova Emilia. Juga terlihat hadir jajaran senat, guru besar dan ratusan wisudawan Pascasarjana UGM.

‎Saat tiba di gedung acara, Prof Junaidi turut serta di barisan senat UGM untuk masuk ke dalam gedung. Wisuda berlangsung khidmat dengan prosesi yang dilakukan dengan para pimpinan fakultas, senat akademik, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

‎Salah satu momen penting adalah penyematan pin Kagama kepada wisudawan baru. Sebagai Ketua Kagama Pekanbaru, Prof. Junaidi secara simbolis menyematkan pin kepada perwakilan alumni. ‎Penyematan ini menjadi tanda resmi bergabungnya lulusan baru ke dalam jejaring keluarga besar alumni UGM. 

‎‎Usai acara, Prof Junaidi menyampaikan bahwa dirinya juga sebagai bagian dari keluarga besar alumni UGM.

‎"Saya saat ini dipercayakan sebagai Ketua Kagama Kota Pekanbaru, Riau dan juga pengurus Pusat Kagama," ujarnya.  

‎Dia juga bercerita bahwa dirinya memulai studi di Universitas Gadjah Mada pada 2001 di S2 Program Studi Pengkajian Amerika, Fakultas Ilmu Budaya.

‘’Menyelesaikan pendidikan di UGM ini bukan sekadar ijazah, melainkan bekal cara berpikir yang kritis dan konstruktif, sikap yang terarah, serta pemahaman yang lebih mendalam dalam memaknai kehidupan,’’ tambahnya.

‎‎UGM sendiri telah mengajarkan untuk tidak sekadar menjadi pintar, tetapi menjadi bernilai dan bermanfaat. Tidak sekadar kritis, tetapi juga beretika. Tidak sekadar unggul, tetapi juga berakar.

‎‎Dikatakan Prof Junaidi dalam perjalanan karier, nilai-nilai itu pula yang mengantarkannya mengemban amanah sebagai dekan, wakil rektor, hingga dipercaya menjadi rektor selama dua periode di Universitas Lancang Kuning. Bahkan dia juga mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar dalam Kajian Budaya.  

‎‎"Saya, mewakili alumni UGM, mengucapkan selamat atas kelulusan saudara di UGM. Kerja keras saudara selama menempuh studi di kampus ini telah mencapai puncaknya pada hari yang membanggakan ini, sebuah capaian yang lahir dari ketekunan, pengorbanan, dan semangat yang tidak pernah padam,’’ jelas Junaidi. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam