Banner Atas

Kampar

Publik Terkejut, Bangunan Sekolah Dasar Berdinding Triplek di Kampar Bikin Miris

News Kamis, 17 September 2026 - 09:38 WIB
Publik Terkejut, Bangunan Sekolah Dasar Berdinding Triplek di Kampar Bikin Miris

Menurut informasi yang dilansir cakaplah.com, Rabu (16/9/2026), sekolah ini merupakan sekolah jauh dari SDN 007 dan letaknya cukup jauh dari perkampungan yang dihuni mayoritas masyarakat Desa Sungai Ogung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. DOK INTERNET/FS

KAMPAR (DPPR) - Meskipun komitmen untuk memperhatikan pendidikan kerap dilontarkan pimpinan daerah dan pemangku kepentingan  di Kabupaten Kampar namun diam-diam masih terdapat persoalan pelik dunia pendidikan di Negeri Serambi Mekkah yang kemudian terungkap ke ruang publik. 

Sebuah video mengenai kondisi sekolah beredar di media sosial pada Rabu (16/9/2026). Dalam vidio itu seorang perempuan mengaku bernama Romawati, guru sekolah jauh dari SD Negeri 007 Tapung. Dalam video itu Roma menceritakan kondisi sekolahnya yang kondisinya cukup memprihatinkan. 

Dari video terlihat sebuah bangunan sekolah yang sangat sederhana, terdiri dari tiga ruang belajar itu tampak hanya berdinding triplek. Di bagian dalam tidak ada plafon dan kelihatan jelas begitu sederhananya sekolah ini. Ia minta perhatian semua pihak agar sekolah ini layak dijadikan tempat menuntut ilmu bagi generasi mendatang. 

Menurut informasi yang dilansir cakaplah.com, Rabu (16/9/2026), sekolah ini merupakan sekolah jauh dari SDN 007 dan letaknya cukup jauh dari perkampungan yang dihuni mayoritas masyarakat Desa Sungai Ogung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.  

Sekolah Jauh ini menurut informasi telah berdiri sejak 22 tahun silam. Pihak guru di sekolah itu sudah sering menyampaikan proposal usulan, tapi tak kunjung ada perhatian. Hanya ada tiga orang guru yang bertugas di sana, termasuk Romawati. Merekapun belum berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). 

Video memang baru beredar, namun mampu menyedot perhatian publik dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kampar, khususnya di Tapung. 

Salah satu respon dan sikap ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Provinsi Riau. Sebuah file berisi surat terbuka dikirimkan Ketua Umum IKST Provinsi Riau Rais Hasan Piliang, S.H., M.H., C.L.A.Datuk Bagindo Mudo kepada media.

Surat terbuka itu ditujukan IKST Provinsi Riau kepada Bupati Kampar sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masa depan masyarakat Sungai Tapung, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Kampar.

“Kami sengaja menyampaikan hal ini secara terbuka karena persoalan pendidikan bukan hanya persoalan pemerintah, sekolah, guru, atau orang tua murid. Pendidikan adalah investasi masa depan daerah..Dan kualitas pendidikan hari ini akan menentukan wajah Kabupaten Kampar dalam 10, 20 bahkan 30 tahun yang akan datang,” begitu isi surat kepada Bupati Kampar.

Kemudian IKST menyampaikan bahwa mereka melihat dan menerima informasi mengenai kondisi SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, yang ditampilkan dalam dokumentasi video masyarakat (video Tiktok). Dalam video tersebut terlihat kondisi bangunan sekolah yang masih menggunakan dinding triplek yang telah mengalami kerusakan, serta kondisi ruang sekolah yang menurut kami membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. 

IKST  tidak ingin.menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan untuk menyalahkan siapapun. Sebaliknya, IKST mengklaim ingin menjadikannya sebagai alarm bersama. Alarm bahwa masih terdapat persoalan infrastruktur pendidikan yang harus segera diselesaikan. Karena di balik dinding triplek tersebut terdapat anak-anak Kabupaten Kampar yang sedang belajar. Di balik ruang kelas yang sederhana tersebut terdapat guru-guru yang sedang mendidik. Dan di balik anak-anak tersebut terdapat masa depan Kampar.

“Jangan biarkan kondisi bangunan menjadi batas cita-cita anak-anak Kampar,” begitu bagian isi surat IKST.

Selanjutnya IKST memahami bahwa pembangunan daerah memiliki keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Namun IKST  percaya bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi strategis jangka panjang. Anak-anak tidak boleh menunggu terlalu lama hanya karena proses administrasi pembangunan berjalan lambat. Mereka tidak boleh kehilangan kesempatan mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak. 

Karena itu, IKST meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kampar untuk melakukan gerakan cepat infrastruktur pendidikan Tapung dengan melakukan lima langkah konkrit yaitu: 

1. Segera lakukan verifikasi lapangan. Kami meminta Bupati Kampar melalui Dinas Pendidikan segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi SDN 007 Sungai Agung dan sekolah- sekolah lain di wilayah Tapung yang memiliki persoalan serupa. Jangan hanya mengandalkan laporan administratif. Turun ke lapangan. Lihat kondisi sekolah. Dengarkan guru, orang tua dan anak-anak.

2. Petakan seluruh sekolah yang membutuhkan penanganan. IKST mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar membuat pemetaan kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Tapung Mana yang: membutuhkan rehabilitasi ringan; membutuhkan rehabilitasi sedang; membutuhkan rehabilitasi berat; membutuhkan pembangunan gedung baru; membutuhkan fasilitas sanitasi; membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan lainnya.Dengan demikian, penanganannya dapat dilakukan berdasarkan data dan tingkat urgensi.

3. Masukkan dalam prioritas penganggaran. IKST meminta Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak layak memperoleh prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah sesuai kemampuan fiskal serta ketentuan yang berlaku.

"Kami berharap persoalan sekolah seperti SDN 007 Sungai Agung tidak berhenti pada: 'sudah kami catat', Tetapi dilanjutkan menjadi: 'sudah kami anggarkan dan akan kami kerjakan," ujarnya.

4. Lakukan penanganan darurat sambil menunggu rehabilitasi.  Jika pembangunan permanen membutuhkan proses penganggaran dan pengadaan, maka pemerintah tetap perlu memastikan keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar selama masa tunggu.

Jangan sampai anak-anak harus menunggu bertahun-tahun hanya karena pembangunan permanen belum dapat dilaksanakan.

5. Bangun gerakan kolaborasi.  IKST membuka ruang untuk menjadi bagian dari gerakan kolaboratif antara Pemkab Kampar, Pemerintah Desa, Dunia Usaha, PHR, BUMD, IKST, Tokoh Masyarakat, Alumni,Orang Tua Murid untuk membantu percepatan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di wilayah Tapung. Pemerintah tetap menjadi pemegang kewenangan sesuai ketentuan, sementara masyarakat dan dunia usaha dapat mengambil bagian melalui mekanisme kolaborasi yang sah dan transparan.

Lebih lanjut IKST Provinsi Riau menyampaikan, Tapung adalah bagian dari masa depan Kampar.  “Bupati Kampar yang kami hormati, Kami ingin melihat anak-anak Tapung kelak menjadi: dokter, guru, insinyur, pengusaha, akademisi, teknokrat, pemimpin, dan profesi-profesi lainnya yang akan membawa Kampar menjadi daerah yang maju. Tetapi cita-cita besar tersebut harus dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: ruang kelas yang layak.  Sebuah meja, sebuah kursi, sebuah papan tulis, sebuah atap yang aman, dinding yang kokoh, air bersih, toilet yang layak dan lingkungan sekolah yang membuat anak-anak merasa bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap masa depan mereka," ujarnya lagi.

IKST menawarkan kolaborasi, bukan konfrontasi. IKST tidak datang hanya untuk mengkritik. IKST ingin menjadi bagian dari solusi. Kami siap membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mengidentifikasi persoalan pendidikan di wilayah Tapung dan mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mencari solusi.

“Kami percaya Pemerintah memiliki kewenangan, masyarakat memiliki kepedulian, dunia usaha memiliki sumber daya, tokoh masyarakat memiliki kekuatan sosial. Dan anak-anak memiliki masa depan yang harus kita perjuangkan bersama..Apabila seluruh kekuatan tersebut disatukan, persoalan infrastruktur pendidikan yang hari ini terlihat berat bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diselesaikan,” ulasnya. 

IKST mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Kampar menjadikan peningkatan infrastruktur pendidikan di wilayah Tapung sebagai bagian dari gerakan percepatan pembangunan sumber daya manusia Kampar.

“Karena kita tidak sedang hanya membangun sekolah. Kita sedang membangun manusia. Kita sedang membangun generasi. Kita sedang menyiapkan pemimpin Kampar di masa depan. Dan investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya jalan, gedung dan infrastruktur fisik. Investasi terbesar adalah manusianya," cakapnya lagi.

Kepada Bupati Kampar IKST berharap surat terbuka ini tidak dipandang sebagai kritik terhadap pemerintah, tetapi sebagai suara kepedulian masyarakat Sungai Tapung terhadap masa depan Kabupaten Kampar.

“Kami berharap Bupati Kampar dapat mengambil gerakan cepat, memerintahkan pengecekan lapangan, melakukan pemetaan kebutuhan, menetapkan skala prioritas dan memastikan adanya langkah nyata terhadap persoalan infrastruktur pendidikan di Tapung. Sebab waktu terus berjalan, dan anak-anak terus tumbuh. Dan masa depan tidak boleh menunggu. Jangan biarkan keterbatasan infrastruktur menjadi keterbatasan masa depan anak-anak Kampar. IKST siap berdiri bersama Pemerintah Kabupaten Kampar untuk membangun pendidikan yang lebih baik. Dari Tapung untuk Kampar. Dari Kampar untuk masa depan Riau,” ulasnya lagi. (FSY/CKP)

Hafith
Editor :Fithriady Syam