Banner Atas

Pekanbaru

Siswa SMAN 17 Pekanbaru Dapatkan Edukasi Bahaya Listrik Tegangan Tinggi oleh PLN Pekanbaru

News Jumat, 26 Juni 2026 - 08:45 WIB
Siswa SMAN 17 Pekanbaru Dapatkan Edukasi Bahaya Listrik Tegangan Tinggi oleh PLN Pekanbaru

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal. HUMAS PLN PEKANBARU/SP

RIAU (DPPR) – Berbagai langkah edukasi dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pekanbaru. Perusahaan ini menggelar Sosialisasi Bahaya Listrik di Sekitar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV kepada siswa-siswi SMA Negeri 17 Pekanbaru beberapa hari lalu.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jaringan transmisi tegangan tinggi.

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal.

"PLN tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat agar memahami potensi bahaya di sekitar instalasi ketenagalistrikan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap budaya sadar keselamatan dapat tumbuh sejak dini," katanya.

Dalam kegiatan ini, Tim K3 & Kam PLN UPT Pekanbaru memberikan edukasi mengenai sistem transmisi tenaga listrik, potensi bahaya SUTT 150 kV, serta batas aman beraktivitas di sekitar jaringan transmisi.

Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan kuis berhadiah. PLN juga memasang poster edukasi "Awas Bahaya Listrik Tegangan Tinggi 150.000 Volt" sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah.

Kepala SMA Negeri 17 Pekanbaru, Dra Elmida, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman yang sangat penting bagi siswa mengingat lokasi sekolah berada di dekat jaringan transmisi PLN.

Manager PLN UPT Pekanbaru, Andri Candra K., mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan.

"Kami berharap masyarakat memahami batas aman di sekitar jaringan transmisi sehingga potensi kecelakaan dapat dicegah dan tercipta lingkungan yang aman bagi semua," ujar Andri. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam