Gubernur Riau Sebut UIR Telah Banyak Menorehkan Pengabdian dalam Peningkatkan Kualitas SDM Riau
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr Arden Simeru mewakili Gubri dalam Milad ke-63 Universitas Islam Riau, Kamis (04/09/2025) (Dok Disdik Riau)
PEKANBARU (DPPR) – Tepat pada Kamis (4/9/2025), Universitas Islam Riau (UIR) resmi berusia 63 tahun. Selama lebih dari enam dekade, UIR telah berperan besar dalam melahirkan ribuan generasi bangsa dan kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Sumatera.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Riau diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau, Walikota Pekanbaru, Danlanud Roesmin, Kepala Pengadilan Tinggi Agama, ketua YLPI Riau, seluruh keluarga Pendiri YLPI Riau.
Gubernur yang diwakili Dr Arden Simeru Mikom mengatakan Universitas Islam Riau (UIR) merupakan salah satu Universitas tertua di Provinsi Riau dan telah banyak menorehkan perjalanan panjang dalam kiprah dan pengabdian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kehadiran UIR sejak 1958 menurutnya menjadi tonggak penting dalam membangun dunia intelektual yang berperan besar bagi kemajuan daerah. Universitas Islam Riau ini telah berkembang pesat dengan memiliki 9 fakultas jenjang S1 serta 45 Program studi studi yang terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Ucap Arden.
“Bukti nyata komitmen UIR dalam mencetak generasi unggul, berkarakter dan berdaya saing global telah kita rasakan di budaya melayu Riau, dan kita lihat bersama UIR berhasil meraih peringkat pertama kategori Laman Website dan Media Sosial dalam Anugerah Humas Diktisaintei yang diselenggarakan oleh LLDIKTI wilayah XVII. Prestasi ini sangat istimewa dimana UIR berhasil mengungguli 101 perguruan Tinggi Swasta se Provinsi Riau dan Kepulauan Riau,” katanya.
Selain itu UIR juga merupakan salah satu PTS Mentor yang ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dari beberapa kampus terpilih lainnya.
Arden berharap dengan peringatan Milad ke-63 Universitas Islam Riau ini menjadi momentum yang tepat bagi seluruh civitas akademik untuk menyamakan visi ke depan, menyatukan langkah membangun komunikasi dengan semua pihak serta terus berbenah dalam menjadikan Kampus yang berkualitas dan berdaya saing di Nasional, regional maupun global.
63 Tahun UIR, Anak Pendiri Sampaikan Harapan
Di balik perjalanan panjang UIR, berdiri jasa besar para tokoh pendiri yang pada tahun 1962 meletakkan dasar berdirinya perguruan tinggi pertama di Riau. Mereka di antaranya H. Soeman Hasibuan, H. Zaini Kunin, H. A. Malik, H. Bakri Sulaiman, H. Abdul Kadir Abbas SH, Dt Wan Abdurrahman, H. A. Hamid Sulaiman, dan Hj. Chadijah Ali.
Dalam rangka milad ke-63, UIR menggelar Rapat Istimewa Senat di Auditorium Lantai IV Gedung H. Rawi Kunin.
Acara ini turut dihadiri keluarga besar para pendiri, termasuk anak-anak almarhum H. Abdul Kadir Abbas SH, seperti Dr. Zulkarnain, Riswandi SH, Siswandi SE, Suharyanto SE, Edi Salim S.Sos, Rudi Yanto M.Si, Dr. Sri Wahyuni, Agus Subchan, dan Hamdani SE.
Suharyanto SE, anak almarhum H Abdul Kadir Abbas SH menyampaikan rasa bangga dan haru atas penghargaan yang diberikan UIR terhadap jasa orang tuanya.
"Sebagai anak dari almarhum Haji Abdul Kadir Abbas, kami merasa bangga, terharu, sekaligus bersyukur. Apa yang beliau perjuangkan dahulu ternyata telah memberi sumbangsih besar bagi dunia pendidikan di Riau. Kami juga berterima kasih kepada Rektor UIR, Prof Admiral, yang telah mengundang kami untuk acara milad ini. Ini membuktikan bahwa jasa-jasa yang telah diberikan oleh Alm orang tua kami kiranya diapresiasi dan dihargai oleh pihak UIR,” ucapnya.
Meski demikian, ia juga menyampaikan sedikit kekecewaan karena undangan resmi kepada keluarga pendiri, baru dilakukan pada milad tahun ini.
“Terus terang, ada sedikit kekecewaan karena selama peringatan milad UIR sebelumnya kami belum pernah diundang secara resmi. Namun, kami tetap bersyukur dan berharap ke depan hubungan baik antara keluarga pendiri, universitas, dan yayasan bisa semakin erat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto juga menyampaikan harapannya agar UIR semakin berkembang dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar para pendiri.
“Harapan kami, UIR semakin maju dengan dukungan dari anak-anak para pendiri, baik dari keluarga Hj. Chadijah Ali, H. Zaini Kunin, maupun pendiri lainnya. Komunikasi ini penting untuk terus dijaga demi kemajuan dan perkembangan UIR ke depan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kiprah salah satu saudaranya, Dr. Sri Wahyuni SH MSi, yang kini menjadi dosen di Fakultas Hukum UIR. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk nyata dukungan keluarga dalam melanjutkan cita-cita para pendiri.
Hal senada juga disampaikan Rudi Yanto M Si anak almarhum Alm H Abdul Kadir Abbas SH. Ia berharap UIR semakin maju dan tetap menghargai jasa para pendirinya.
“Milad ke-63 ini menjadi momentum untuk terus mengingat jasa-jasa pendiri. Harapan kami, UIR jangan pernah melupakan sejarah. Mari bersama kita majukan UIR agar mendunia,” katanya. (MNA/SP)








