Banner Atas

Pekanbaru

Dedikasi untuk Pendidikan di Riau, Kiyai Mursyid Dianugerahi Penghargaan Seumur Hidup

Metropolis Kamis, 21 Mei 2026 - 12:08 WIB
Dedikasi untuk Pendidikan di Riau, Kiyai Mursyid Dianugerahi Penghargaan Seumur Hidup

Kiyai Mursyid terima penghargaan Anugerah Pendidikan Pengabdian Seumur Hidup yang diberikan Dewan Pendidikan Riau. (Dok Alumni Deha)

PEKANBARU (DPPR) – Nama Kiyai Mursyid dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Provinsi Riau. Kiprah dan pengabdiannya yang panjang akhirnya mendapat apresiasi melalui Anugerah Pendidikan Pengabdian Seumur Hidup yang diberikan Dewan Pendidikan Riau.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi Kiyai Mursyid dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan, baik melalui jalur sosial, keagamaan maupun kebijakan publik. Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta memperhatikan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah.

Kiyai Mursyid dinilai konsisten dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Ia juga dikenal dekat dengan kalangan pesantren, guru, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

Muhammad Mursyid lahir di Jakarta, 4 Juli 1973 menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta yang diasuh Prof. KH. Syukron Ma’mun, BA.,  tokoh NU, ulama karismatik.

Ia rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdikan diri untuk mendidik masyarakat di Provinsi Riau, sejak lulus dari Ponpes Daarul Rahman tahun 1994.

Sejak menginjakkan kaki di Provinsi Riau tahun 1994, ia mulai pengabdiannya dengan menjadi guru di Ponpes Dar El Hikmah Pekanbaru.

Dengan bekal pengalaman di Ponpes Dar El Hikmah, tahun 2005 lalu mendirikan Ponpes Khairul Ummah di Indragili Hulu. Sejak itulah, nama KH. Muhammad Mursyid kian dikenal masyarakat luas di Provinsi Riau.

Seiring dengan melebarnya pengabdian Kiai Mursyid di masyarakat dengan banyak memimpin organisasi keagamaan, seperti Ketua PD Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Indragiri Hulu (2010), Ketua Komisi Fatwa MUI Kab. Indragiri Hulu (2010), Ketua Mathla'ul Anwar Riau (2017).

Selanjutnya Ia dipercaya sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Indragiri Hulu (2018), Ketua Tapak Suci Kabupaten Indragiri Hulu (2020), Ketua Persatuan Olah Raga Berkuda (2021), Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu Riau (2022), dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Provinsi Riau (2022).

Tidak berlebihan jika lantas beliau disebut sebagai tokoh pendidikan dan masyarakat yang memiliki peran signifikan dalam perkembangan pendidikan dan pondok pesantren di Provinsi Riau.

Tak terhenti sampai di situ. Dengan niat mulia untuk semakin melebarkan ruang khidmah untuk umat. Tahun 2024 lalu, ia pun ikut dalam kontestasi Pileg DPD RI dan berhasil menang menjadi Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Riau.

Dewan Pendidikan Riau menilai, sosok Kiyai Mursyid telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan, baik melalui kebijakan, perjuangan aspirasi di tingkat nasional, maupun dukungannya terhadap lembaga pendidikan di daerah.

Penganugerahan itu berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan dihadiri berbagai tokoh pendidikan, akademisi, pimpinan lembaga pendidikan, serta unsur masyarakat di Balai Serindit Gedung Daerah Pekanbaru, Rabu (20/5/2026).

Ketua Dewan Pendidikan Riau Prof. Junaidi menyampaikan penghargaan tersebut bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga bentuk pengakuan atas pengabdian yang konsisten selama puluhan tahun dalam memperjuangkan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Beliau merupakan figur yang terus mendorong kemajuan pendidikan, mulai dari pendidikan keagamaan, pendidikan masyarakat hingga peningkatan kualitas generasi muda di Riau,” ujarnya.

Kiyai Mursyid mengaku bersyukur dan terharu atas penghargaan yang diberikan Dewan Pendidikan Riau. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperjuangkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan generasi mudanya,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Riau bersama-sama memperkuat dunia pendidikan, baik melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, fasilitas pendidikan, maupun pembentukan karakter generasi muda. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam