Banner Atas

Nasional

Berbuah Manis Roadshow Gubri Wahid ke Jakarta, Kemendikdasmen Bantu Pembangunan 61 Sekolah di Riau

Nasional Kamis, 12 Juni 2025 - 09:42 WIB
Berbuah Manis Roadshow Gubri Wahid ke Jakarta, Kemendikdasmen Bantu Pembangunan 61 Sekolah di Riau

Pertemuan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Abdul Mu’ti memberikan lampu hijau bagi aspirasi yang disampaikan Gubri Abdul Wahid. (Dok Diskominfotik Riau)

JAKARTA (DPPR) - Kesamaan nama pangkal Riau' style='color:#0078b8;'>Gubernur Riau Abdul Wahid dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti mungkin menjadi chemistry tersendiri. Sehingga usulan Abdul Wahid merevitalisasi sekolah dan pembangunan sekolah SMA/SMK/SLB ke pusat bisa diakomodir Kemendikdasmen RI.

"Alhamdulillah Kemendikdasmen RI mengakomodir aspirasi Provinsi Riau yang disampaikan Gubernur Riau beberapa waktu lalu langsung kepada Mendikdasmen RI membuahkan hasil," kata Erisman Yahya selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Rabu (11/6/2025).

Erisman mengatakan, Kemendikdasmen merespon positif usulan Gubri. Antara lain akan merevitalisasi 25 SMA, 35 SMK dan 1 SLB.

"Untuk revitalisasi 25 SMA sudah ada SK penetapan. Kemudian untuk 35 SMK masih proses verifikasi, dan 1 SLB juga sudah ada SK penetapannya,” ujar Erisman.

Erisman menyebut, hal tersebut merupakan perjuangan Gubri Abdul Wahid bersama bupati, wali kota yang telah melakukan road show ke kementerian, termasuk Kemendikdasmen beberapa waktu lalu.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada pihak Kemendisdasmen yang responsif. Mudah-mudahan ke depan mutu dan kualitas pendidikan di Provinsi Riau semakin baik dan membanggakan," tutupnya.

Sebelumnya, Gubri melakukan pertemuan dengan Mendikdasmen RI di Jakarta pada Rabu (7/5/2025) lalu. Gubri secara langsung meminta dukungan pemerintah pusat untuk merevitalisasi sejumlah sekolah yang bangunannya dinilai sudah memprihatinkan.

Abdul wahid mengatakan banyak sekolah di Riau, khususnya di daerah terpencil dan pedesaan, yang kondisinya tidak layak dan butuh penanganan segera.

"Karena kendala kita adalah soal sekolah yang layak, banyak kondisi sekolah kita yang memprihatinkan, karena APBD yang terbatas, tentu tidak mampu semua sekolah SMA maupun SMK kita benahi sendiri,” ungkapnya waktu itu.

“Maka kita mau merevitalisasi. Usulan kita untuk SMA ada 32 sekolah, SMK 35 sekolah, SLB 1 sekolah. Jadi total ada 68 sekolah," imbuhnya. (MNA/MCR)

 

Muthia NA
Editor :FA Syam