Perhatikan Akses Pendidikan Anak Pengungsi, Kadisdik Riau Hadiri Pelatihan Guru
Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru dengan tujuan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan adaptif. HUMAS DISDIK RIAU/FS
PEKANBARU (DPPR) – Adanya pengungsi yang datang dari berbagai negara di Riau khususnya anak-anak mendapatkan perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Untuk itu, bekerja sama dengan berbagai lembaga, digelar pelatihan untuk para guru guna mengajari dan memberikan akses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya menghadiri pelatihan guru dalam strategi pendukung pembelajaran anak pengungsi di sekolah Pekanbaru. Kamis (23/04/2026)
Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Organization for Migration (IOM) Pekanbaru dengan tujuan peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan adaptif, khususnya bagi anak-anak pengungsi agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman latar belakang peserta didik.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang sensitif terhadap kondisi psikososial anak pengungsi.
“Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menjamin hak dasar setiap anak. Seluruh anak harus mendapatkan akses pendidikan secara optimal serta memperoleh fasilitas yang setara. Jangan sampai ada anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan,” katanya.
Dia melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh IOM ini, diharapkan ke depan para peserta didik dapat memperoleh pembelajaran yang lebih baik dan berkualitas.
‘’Ini sangat penting, soalnya menyangkut hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Walaupun anak-anak ini berasal dari keluarga pengungsi yang ada di Riau, khususnya Pekanbaru. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama,’’ lanjut Erisman lagi. (MNA/SP)








