Dewandik Riau Monitoring Pelajaran Budaya Melayu Riau & Antisipasi Bullying di SMAN 14 Pekanbaru
Anggota Dewandik Riau Khaidir Ahmalmas (dua dari kanan) mengunjungi SMAN 14 Pekanbaru dan diterima Kepsek Aslindawati dan jajaran majelis guru di sekolah itu guna mendidiskusikan tentang realitas pendidikan sehari-hari. (Dok Dewandik Riau)
PEKANBARU (DPPR) – Maraknya kasus kekerasan (bullying) di satuan pendidikan membuat Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau memberikan atensi khusus. Kali ini anggota Dewandik Riau H Khaidir Akmalmas SH berkunjung ke SMAN 14 Pekanbaru, Selasa (2/12/2025).
Selain untuk mengedukasi dan mengingatkan bahaya bullying, kunjungan ini dimanfaatkan juga melihat pelaksanaan muatan lokal (mulok) mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR).
Monev Dewandik Riau ini diterima oleh Kepsek Aslindawati SPd, MM dan jajaran majelis guru di sekolah itu. Beberapa hal sempat didiskusikan tentang realitas pendidikan sehari-hari. Menariknya lagi sekolah ini sudah menerapkan kurikulum yang diambil dari 13 materi ajar Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
‘’Selajuh ini berjalan cukup baik. Cuma kami membutuhkan buku ajar Bahasa Melayu. Selain itu, kami juga berharap adanya pelatihan atau TOT guru-guru BMR, sehingga bisa saling memberikan masukan dan tukar pengalaman,’’ kata Wakasek Kurikulum Syafrudin, SKom.
Terkait dengan antisipasi bullying, SMAN 14 Pekanbaru mengoptimalkan keberadaan guru-guru Bimbingan Konseling (BK). Saat ini ada sekitar enam guru BK yang bertugas.
‘’Sejauh ini ratio guru BK sudah dianggap cukup untuk melihat, mengamati, sekaligus mengantisipasi adanya gejala-gejala yang mengarah pada tindakan bullying. Kami juga memantau hal serupa di ruang media social,’’ kata Sri Ciptari, SPd salah seorang guru BK.
Lebih jauh, dia juga menyebut aktifitas BK kepada para siswa dilakukan secara kontinyu. Ruang BK juga tersedia, dan ada juga guru yang melakukan pembinaan siswa di luar ruangan dan taman belajar.
Dalam pada itu, anggota Dewandik Riau Khaidir Akmalmas disela-sela kegiatan monev ini juga memberikan masukan terhadap SMAN 14 Pekanbaru.
‘’Jika ratio guru dipandang cukup, maka perlu adanya penambahan ruang konseling lagi. Jadi para siswa ini mendapatkan bimbingan. Ruang BK juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk selalu mendiskusikan hal-hal yang terjadi setiap harinya. Makin banyak diberikan konseling makin bagus,’’ katanya.
Aktifitas belajar dan mengajar di SMAN 14 ini berjalan lancar setiap harinya. Jumlah siswa sebanyak 1.134 orang yang terdiri dari 31 rombongan belajar (rombel) antara lain Kelas X (10 rombel), Kelas IX (12 rombel), Kelas XII (9 rombel).
Sementara itu, para tenaga pendidik yang mengajar berjumlah 68 guru yang terdiri dari PNS 33 orang, PPPK 31 orang, honor 4 dan tenaga kependidikan sebanyak 12 orang.
Sekolah ini juga memiliki jumlah lulusan yang banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri, baik di dalam hingga luar provinsi Riau yakni 158 orang dari 454 siswa.
‘’Tahun 2025 lalu, lulusan SMAN 14 Pekanbaru, meraih prestasi nomor dua jumlah lulusan diterima PTN setelah SMAN 8 Pekanbaru,’’ sebut Kepsek Aslindawati lagi. (FSY/MNA)








