Rafif Adinata Alumni MAN 1 Pekanbaru Raih Medali Emas Olimpiade Internasional Geografi di Turki
Rafif Adinata Ramadhan, alumni MAN 1 Pekanbaru, berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada International Geography Olympiad (iGeo) 2026 yang berlangsung di Istanbul, Turki. DOK KEMENAG RIAU/FS
INTERNASIONAL (DPPR) – Prestasi mancanegara kembali terukir. Nama Provinsi Riau kembali harum di pentas internasional. Rafif Adinata Ramadhan, alumni MAN 1 Pekanbaru, berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada International Geography Olympiad (iGeo) 2026 yang berlangsung di Istanbul, Turki.
Prestasi gemilang ini diraih Rafif setelah melewati tahapan seleksi ketat dan kompetisi sengit dengan perwakilan siswa dari berbagai negara. Keberhasilannya membawa pulang Gold Medal menjadi bukti nyata bahwa siswa asal madrasah di Riau memiliki kapasitas untuk bersaing dan unggul di tingkat dunia.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag' style='color:#0078b8;'>Kemenag) Provinsi Riau, Muliardi, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menilai medali emas ini bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan pembinaan berkelanjutan.
"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Riau sekaligus bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang memiliki kompetensi, daya juang, dan keberanian untuk bersaing di tingkat internasional," ujar Muliardi, Kamis (20/8/2026).
Muliardi juga memberikan apresiasi khusus kepada MAN 1 Pekanbaru, para pembina, serta keluarga Rafif yang telah mendukung proses panjang tersebut. Ia berharap capaian Rafif dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Riau untuk tidak takut bermimpi besar.
"Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi hingga mampu mengharumkan nama madrasah, Riau, dan Indonesia di tingkat dunia," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, menegaskan bahwa keberhasilan Rafif adalah hasil dari tradisi belajar yang kuat dan pembinaan mental yang matang. Bagi keluarga besar MAN 1 Pekanbaru, medali ini merupakan validasi bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga sains dan geografi.
"Di balik emas yang dibawa pulang, ada proses panjang, belajar, berlatih, jatuh-bangun menghadapi soal, mengasah kemampuan, serta doa yang tak pernah putus," kata Norerlinda.
Koordinator Olimpiade MAN 1 Pekanbaru, Afriana Yori, menambahkan bahwa pendekatan pembinaan terhadap Rafif tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga kesiapan mental bertanding.
"Rafif adalah anak yang punya kemauan belajar yang kuat. Kami menyiapkan mental bertanding dan keberanian untuk menghadapi kompetisi internasional. Gold Medal ini adalah hasil dari proses yang panjang," ungkap Afriana.
Merasakan kebahagiaan yang mendalam, Rafif Adinata Ramadhan menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengakui perjalanan menuju iGeo 2026 membutuhkan persiapan intensif dan dukungan banyak pihak.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Gold Medal dan membawa nama Indonesia di iGeo 2026. Saya berterima kasih kepada keluarga, guru, pembina, dan MAN 1 Pekanbaru. Semoga prestasi ini bisa memotivasi adik-adik di MAN 1 Pekanbaru untuk terus mengejar mimpi dan jangan takut punya target sampai tingkat dunia," pesan Rafif. (MNA/SP)








