Ayat Cahyadi Dorong Perbaikan Sekolah dan Kesejahteraan Guru, MBG Tak Lagi Masuk Anggaran Pendidikan
Makan Bergizi Gratis tidak lagi dihitung sebagai bagian dari anggaran pendidikan mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Riau, H Ayat Cahyadi. DOK DPRD RIAU/FS
RIAU (DPPR) – Terus bergulir dan mendapat sorotan berbagai pihak, usai Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memutuskan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi dihitung sebagai bagian dari anggaran pendidikan. Keputusan itu pun mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Riau, Dr H Ayat Cahyadi, SSi.
Ayat Cahyadi, menilai kebijakan tersebut menjadi momen ataupun peluang bagi pemerintah untuk lebih memaksimalkan anggaran pendidikan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dirinya berharap putusan MK tersebut dapat segera dilaksanakan meski pelaksanaannya dapat dimulai paling lambat tahun 2028.
"Harapan kita tentu putusan MK ini segera dilaksanakan," ujar Ayat Cahyadi kepada media.
Dikatakannya, anggaran pendidikan seharusnya diprioritaskan untuk mendukung proses belajar mengajar, meningkatkan kompetensi guru, mengembangkan kurikulum, serta memperbaiki fasilitas pendidikan yang masih belum memadai di berbagai daerah.
Anggota Komisi I DPRD Riau itu menyebut, masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama dalam hal renovasi ruang kelas yang rusak, pembangunan sarana pendukung pembelajaran, hingga pengadaan alat pendidikan yang layak.
"Kalau anggaran pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, tentu kebutuhan sekolah yang selama ini tertunda bisa lebih cepat dipenuhi," katanya.
Selain pembangunan fisik, Ketua Fraksi PKS DPRD Riau itu juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. Ia meyakini kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh tenaga pendidik yang memperoleh dukungan dan penghargaan yang layak.
"Ketika kesejahteraan guru meningkat, kualitas pengajaran juga akan semakin baik. Itu menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045," urainya. (MNA/SP)








