Banner Atas

Bengkalis

Dukung Kabupaten Layak Anak, Mahasiswa ISNJ Bengkalis Siswa Deklarasi Stop Bullying

Daerah Sabtu, 01 Agustus 2026 - 14:53 WIB
Dukung Kabupaten Layak Anak, Mahasiswa ISNJ Bengkalis Siswa Deklarasi Stop Bullying

Bullying bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, hinaan, pengucilan, intimidasi, hingga perundungan melalui media digital. DOK KKM ISNJ BENGAKLIS/FS

BENGKALIS (DPPR) - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syari'ah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menggelar aksi nyata pencegahan bullying di SD Negeri 20 Kecamatan Bantan, Desa Bantan Tengah, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 85 siswa dari kelas I hingga kelas VI mengikuti deklarasi Stop Bullying yang berlangsung di halaman sekolah.

Kegiatan tersebut disaksikan langsung Kepala SDN 20 Bantan, Basuni, beserta majelis guru. Aksi ini merupakan bagian dari program kerja KKM ISNJ Bengkalis sekaligus bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan daerah ramah anak dan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sosialisasi dan deklarasi dipandu Koordinator Desa (Kordes) KKM ISNJ Bengkalis, Agustiawan. Sebelum membacakan deklarasi, ia memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Menurut Agustiawan, bullying bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, hinaan, pengucilan, intimidasi, hingga perundungan melalui media digital.

Dampaknya tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi prestasi belajar korban.

"Karena itu, jangan pernah mengejek atau menyakiti teman. Jika melihat ada teman yang menjadi korban perundungan, bantulah dan laporkan kepada guru. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak," pesannya.

Usai penyampaian materi, seluruh siswa bersama-sama membacakan Deklarasi Stop Bullying. Dalam deklarasi tersebut, para siswa berkomitmen menolak segala bentuk bullying, menghargai setiap perbedaan, menggunakan tutur kata yang baik, berani mengatakan tidak terhadap perundungan, membantu korban, melaporkan tindakan bullying kepada guru maupun orang tua, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Sebagai simbol komitmen bersama, deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan petisi penolakan bullying di atas sebuah spanduk. Satu per satu, seluruh 85 siswa membubuhkan tanda tangan, diikuti Kepala SDN 20 Bantan, Basuni, majelis guru, serta mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis sebagai bentuk tekad bersama menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan.

Agustiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis membangun lingkungan yang ramah bagi anak.

"Melalui kegiatan ini kami berharap tumbuh kesadaran sejak dini bahwa bullying tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Anak-anak harus berani saling mengingatkan, saling menghargai, dan saling menyayangi. Ini merupakan dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan daerah ramah anak dan Kabupaten Layak Anak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 20 Bantan, Basuni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis yang telah memilih edukasi pencegahan bullying sebagai salah satu program pengabdian di sekolahnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis atas edukasi yang diberikan kepada anak-anak. Semoga deklarasi ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying,"singkat Basuni.

Kegiatan ditutup dengan seluruh siswa mengangkat tangan kanan sambil meneriakkan yel-yel, "Stop Bullying!. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam