Pemilihan Duta Literasi Keuangan OJK Riau 2026 Digelar, Pemenang Wakili Daerah ke Nasional
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau kembali mencari generasi muda terbaik untuk menjadi Duta Literasi Keuangan 2026. HUMAS OJK/FS
RIAU (DPPR) – Satu lagi ivent yang bertajuk pendidikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau kembali mencari generasi muda terbaik untuk menjadi Duta Literasi Keuangan 2026. Melalui grand final yang digelar 7 Juli 2026, para finalis berkompetisi memperebutkan kesempatan mewakili Riau pada ajang Duta Literasi Keuangan tingkat nasional.
"Ini adalah kali ketiga kami menyelenggarakan pemilihan Duta Literasi Keuangan OJK Riau. Nantinya juara dari sini akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan Duta Literasi Keuangan tingkat nasional," ujar Plt Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti seleksi berasal dari kalangan mahasiswa semester lima ke atas. Kriteria tersebut dipilih karena dinilai telah memiliki bekal keilmuan yang cukup serta pengalaman berorganisasi dan berkegiatan di lingkungan kampus.
Menurutnya, para finalis tidak hanya berkompetisi dalam ajang pemilihan semata, tetapi juga akan dilibatkan secara aktif dalam berbagai program literasi keuangan yang dijalankan OJK maupun lembaga jasa keuangan.
"Mereka mewakili anak muda yang berprestasi dan memiliki pengaruh di lingkungan sekitarnya, termasuk di media sosial. Mereka diberikan pembekalan mengenai produk dan jasa keuangan agar mampu menyampaikan edukasi keuangan kepada generasi muda dengan bahasa yang mudah dipahami," ujarnya.
Triyoga menilai pendekatan dari sesama anak muda akan lebih efektif dalam meningkatkan literasi keuangan. Dengan kemampuan komunikasi dan kedekatan yang dimiliki para duta literasi, pesan-pesan edukasi keuangan diharapkan lebih mudah diterima dan diterapkan oleh generasi muda.
"Harapannya mereka bisa menularkan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya. Dengan bahasa anak muda, tentu pesan yang disampaikan akan lebih mudah didengar dan dipraktikkan," tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Leny Nofianti, menyampaikan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan secara konsisten mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam ajang Duta Literasi Keuangan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki keunggulan dalam memahami karakter, gaya komunikasi, serta pola hidup generasi muda yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi informasi.
"Mahasiswa dipilih bukan hanya karena kemampuan akademiknya, tetapi juga karena mereka melek teknologi dan memahami cara berkomunikasi yang diterima kalangan muda saat ini. Mereka menjadi media yang efektif untuk menyampaikan literasi dan inklusi keuangan," katanya.
Leny juga mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa Riau pada ajang sebelumnya. Tahun lalu, salah seorang mahasiswa berhasil menjadi finalis tingkat nasional dan meraih posisi kedua.
"Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena kampus dapat terlibat langsung dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di Provinsi Riau," ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau, Prof. Dr. Hermandra. Ia menilai program Duta Literasi Keuangan memberikan manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Menurutnya, para duta literasi nantinya tidak hanya memahami pengelolaan dan perencanaan keuangan, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi terkait perlindungan keuangan di tengah maraknya berbagai modus penipuan.
"Mereka akan menjadi agen yang menyampaikan informasi mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan, hingga perlindungan keuangan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak berbagai bentuk penipuan," katanya.
Hermandra menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas diri. Selain memperoleh ilmu yang bermanfaat, pengalaman sebagai finalis maupun duta literasi akan menjadi nilai tambah dalam portofolio mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
"Kami selalu mengapresiasi kegiatan ini. Selain menambah wawasan, ini juga menjadi bekal dan portofolio yang berharga bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke dunia kerja dan masyarakat," tambahnya lagi. (MNA/SP)








