Datangi Bengkalis, Baznas Riau Bantu MA Darul Ulum Rupat Utara Usai Guru Terbaik di Daerah Terpencil
Kedatangan tim Baznas Riau ini sekaligus dalam rangka verifikasi faktual untuk mencocokkan pengajuan proposal dengan kondisi riil di lapangan. HUMAS BAZNAS RIAU/FS
BENGKALIS (DPPR) – Prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Rosmiatin sebagai Guru Daerah Terpencil Terbaik di ajang Anugerah Pendidikan Riau 2026 yang ditaja Dewan Pendidikan Riau lalu, ternyata berbuah manis. Selain menerima piagam dan hadiah, kini membawa berkah nyata bagi kemajuan infrastruktur madrasah.
Awal hal ini terjadi saat pemberian anugerah di Gedung Daerah Riau, Ketua Baznas Riau Drs H Masriad Hasan Lc, MA, M Sha menyaksikan profil dari Rosmiatin yang mengajar disebuah madrasah di daerah terpencil.
Dalam tayangan tersebut, tampak bangunan sekolah yang kurang layak, karena bocor sehingga plafon bangunan terlihat sangat rusak dan sebahagian sudah roboh. Sementara anak-anak terus belajar setiap harinya. Saat itulah, Ketua Baznas Riau menyampaikan akan membantu mengatasi kondisi tersebut.
Akhinya, Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, resmi menerima bantuan program "Madrasah Layak Belajar" dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau pada Senin (15/06/2026) lalu.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan didampingi istri, Badan pelaksana Baznas Provinsi Idris, Bagian Pengumpulan Zakat Riky dan diterima dengan penuh rasa syukur oleh Kepala MA Darul Ulum, Hasbullah, bertempat di lingkungan madrasah. Kedatangan tim Baznas Riau ini sekaligus dalam rangka verifikasi faktual untuk mencocokkan pengajuan proposal dengan kondisi riil di lapangan.
Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan di Daerah Pesisir
Ketua Baznas Riau, H Masriadi Hasan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen kuat Baznas dalam mendukung madrasah yang membutuhkan stimulus pembangunan. Langkah strategis ini diambil demi mendongkrak mutu pendidikan serta kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di wilayah pesisir agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala MA Darul Ulum, Hasbullah, mengungkapkan bahwa intervensi bantuan dari Baznas Riau ini tidak terlepas dari prestasi luar biasa salah satu guru mereka, Rusmiatin. Beberapa waktu lalu, Rusmiatin sukses mengharumkan nama madrasah setelah dinobatkan sebagai penerima Anugerah Pendidikan 2026 untuk kategori Guru MA Terbaik di Daerah Terpencil Tingkat Provinsi Riau pada Rabu, 20 Mei 2026 di Balai Serindit Gedung Daerah Riau, Pekanbaru.
Melihat potensi besar, dedikasi, serta kondisi fisik bangunan sekolah yang saat ini cukup memprihatinkan, Baznas Provinsi Riau bergerak cepat memberikan apresiasi nyata lewat program sarana prasarana tersebut (Madrasah Layak Belajar).
Sinergi dan Perjuangan Kolektif Majelis Guru
Sebelum bantuan ini turun, pihak madrasah secara swadaya telah bergerak mengumpulkan donasi internal dan menyusun proposal perbaikan dengan estimasi anggaran sebesar Rp35.900.000 (Tiga Puluh Lima Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah).
Kondisi perjuangan di MA Darul Ulum memang terbilang luar biasa. Saat dimintai keterangan, Rusmiatin dengan penuh haru menceritakan bagaimana seluruh majelis guru bahu-membahu mempertahankan jalannya pendidikan di sana.
"Sebagai seorang guru, kami berusaha memberikan pendidikan terbaik kepada para peserta didik. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar dunia pendidikan betul-betul bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Peserta didik di MA Darul Ulum sama sekali tidak dimintai uang pendidikan (gratis). Bahkan, para majelis guru saling mengumpulkan iuran mandiri demi menyukseskan kegiatan ujian akhir," ujar Rusmiatin penuh semangat.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Baznas Riau dan semua pihak yang telah ikut serta mewujudkan cita-cita pendidikan di daerah terpencil dengan segala daya dan upayanya.
Alokasi Optimal untuk Rehabilitasi Fasilitas
Bantuan Madrasah Layak Belajar dari Baznas Provinsi Riau ini diharapkan dapat dialokasikan secara transparan dan optimal oleh pihak manajemen MA Darul Ulum. Poin utama pemanfaatan bantuan ini akan difokuskan pada 1, Rehabilitasi fisik fasilitas ruang kelas yang rusak. 2, Perbaikan sarana penunjang kenyamanan belajar siswa dan 3, Pengadaan media pembelajaran yang lebih representatif dan layak.
Melalui momentum ini, MA Darul Ulum Rupat Utara membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk melahirkan guru berprestasi, dan prestasi tersebut kini berbuah manis bagi perbaikan fasilitas belajar anak bangsa. (MNA/SP)








