Baznas dan Dewan Pendidikan Riau Bahas Seputar Dukungan serta Bantuan Biaya Pendidikan
Baznas Riau terus merealisasikan bantuan di bidang pendidikan, salah satunya mendukung Anugerah Pendidikan Riau 2025 yang dihelat di Balai Serindit Gedung Daerah Riau. (Dok Dewandik Riau)
PEKANBARU (DPPR) – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau mendukung dunia pendidikan cukup besar. Pemprov Riau dalam hal ini Dinas Pendidikan Riau memandang dukungan Baznas ini menjadi salah satu faktor alternatif solusi terhadap masalah yang timbul di satuan pendidikan. Menyikapi hal itu, Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau melakukan pertemuan dan diskusi di kantor Baznas Riau, Rabu (19/6/2025) Jalan Dipengoro Pekanbaru.
Hadir anggota Dewandik Riau H Khaidir Akmalmas SH, H Fithriady Syam, dan Zul Azhar dari Sekretariat. Sementara itu, Tim Baznas Riau hadir Ketua Baznas Riau H Masriadi Hasan Lc, MSha didampingi Kepala Pelaksana Idris, SE Sy dan Kepala Bagian Pendistribusian M Naser, Skom.
Dalam pertemuan itu terungkap, Baznas Riau sudah sejak lama menyalurkan bantuan pendidikan di Riau melalui program Riau Cerdas. ‘’Konsentrasi kami membantu untuk biaya pendidikan yang berkaitan dengan hutang siswa. Banyak siswa dan orangtua tidak mampu dan berhutang di satuan pendidikan. Baik itu hutang seragam sekolah, makanan, hutang SPP dan lainnya. Ini tentu saja, ada kualifikasinya, sebab dana zakat ini ada ketentuan dalam penyalurannya,’’ kata Ketua Baznas Riau H Masriadi Hasan.
Ternyata bantuan ini diberikan tidak hanya SMA/SMK namun juga kepada pondok pesantren, sekolah-sekolah swasta. ‘’Ini memberikan keringanan kepada siswa untuk menuntut ilmu. Kami temukan, ada hutang ini yang sudah bertahun-tahun tidak terbayar. Kami memverifikasi hutang-hutang siswa tak mampu ini dan membayarkannya. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi para siswa dan mendukung keberlanjutan pendidikan mereka," sebutnya.
Dia juga enjelaskan, program zakat pendidikan merupakan bagian dari strategi Baznas dalam mengoptimalkan pendistribusian zakat agar tepat sasaran dan berdampak langsung. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa tidak ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tertinggal dalam pendidikan akibat keterbatasan biaya.
Dana zakat yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sekolah. Mulai dari pembelian seragam, alat tulis, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan pendukung lainnya yang menunjang proses belajar siswa.
Dalam perkembanganya, Baznas Riau juga memberikan dukungan terhadap program Pendidikan yang dijalankan Gubri Abdul Wahid berupa bantuan seragam sekolah. ‘’Tahun lalu, kami merealisasikan bantuan pakaian sekolah ini untuk 2.200 siswa lebih. Per anak mendapatkan bantuan senilai Rp800rb. Tahun ini sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Riau untuk terus membantu program yang dijalankan Pemprov Riau,’’ lanjutnya.
Anggota Dewandik Riau Khaidir Akmalmas menyatakan terima kasih atas upaya dan niat baik dari Baznas Riau dalam membantu pendidikan Riau. ‘’Kami memandang ini sebuah solusi atas masalah yang timbul di satuan pendidikan. Beberapa waktu lalu gubri juga sudah menyatakan komitmen untuk bantuan seragam sekolah. Adanya dukungan Baznas Riau ini bisa meringankan beban orangtua dalam menyekolahkan anak mereka. Kami sangat mengapresiasi langkah itu,’’ ujarnya.
Tidak itu saja, Dewandik juga mendiskusikan hal-hal apa saja dan kualifikasi yang bisa mendapatkan dukungan dari Baznas Riau ini. ‘’Supaya kami juga mensosialisaikan kepada siswa, guru dan penyelenggara pendidikan. Ke depan kami siap berkolaborasi untuk membuat program yang bisa dilakukan kepada satuan pendidikan,’’ lanjut pria yang sering di sapa Udo Khaidir ini.
Anggota Dewandik lainnya H Fithriady Syam juga mendiskusikan adanya himbauan Gubri Abdul Wahid untuk menuntaskan dan mencari solusi terhadap banyaknya ijazah-ijazah siswa SMA/SMK yang masih tertahan di sekolah. Ini disebabkan adanya biaya dan hutang tertentu yang belum dilunasi oleh siswa. ‘’Ini juga menjadi perhatian bersama, sebab komitmen gubri ini harus didukung bersama dengan mencarikan solusinya. Alhamdulillah, Baznas Riau bisa menjadi salah satu lembaga yang siap untuk membantu. Memang tidak semua soal masalah ini yang bisa diselesaikan Baznas, sebab penyaluran dana zakat yang terkumpul ini memiliki syarat dan ketentuan dalam penyalurannya. Tapi paling tidak bisa menjadi salah satu alternatif,’’ katanya.
Hingga kini lembaga ini terus memberikan bantuan melalui program Zakat Pendidikan. Baznas Riau menyalurkan bantuan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Beberapa sekolah di Riau sudah didatangi secara langsung dalam penyalurannya. Misalnya beberapa hari lalu, lembaga ini menyalurkan kepada 51 siswa di SMAN 18 Pekanbaru. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp25juta. (MNA/FSY)








