32 UMKM Binaan Termasuk Usaha Disabilitas, Pertamina SMEXPO Pekanbaru Dibuka 25-27 September 2026
Mengusung tema "Lokal Jadi Vokal", kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2026. Sebanyak 32 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) ikut ambil bagian setelah melalui proses kurasi. DISKOMINFOTIK RIAU/FS
RIAU (DPPR) - Pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 resmi dibuka di Mall Living World Pekanbaru, Jumat (25/9/2026). Pemerintah Provinsi Riau mendorong pelaku terus meningkatkan kualitas produk serta memperkuat pemasaran digital agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Hal itu disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Job Kurniawan, saat menghadiri pembukaan. Job mengatakan, UMKM menjadi salah satu sektor penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Di Riau, UMKM bergerak pada berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pertanian, kuliner, industri kecil hingga ekonomi kreatif.
Menurutnya, aktivitas UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian daerah, tetapi juga menopang pendapatan keluarga dan membuka lapangan pekerjaan.
"Angka tersebut bukanlah sekadar statistik di atas kertas saja, namun di balik itu terdapat jutaan aktivitas ekonomi keluarga yang hidup melalui UMKM ini," ujar Job di Pekanbaru.
Ia menambahkan, banyak UMKM saat ini digerakkan oleh kelompok perempuan dan generasi muda yang terus berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
"Karena itu, ketika kita bicara tentang UMKM, sesungguhnya kita bicara bagaimana perekonomian di Provinsi Riau yang kita cintai ini," katanya.
Job menyebut tantangan yang dihadapi pelaku UMKM kini tidak hanya berkaitan dengan modal dan akses pasar. Peningkatan kualitas produk, standardisasi kemasan, penguatan merek hingga pengembangan kemitraan rantai pasok berbasis digital juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
"Maka kami berpesan kepada para pelaku UMKM, jangan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi pastikan produk tersebut mampu ditemukan, dikenal, dipercaya, dan dibeli oleh konsumen," kata Job.
Untuk memperluas pasar, pelaku UMKM di Riau juga didorong konsisten menjaga mutu produk dan mengoptimalkan pemasaran digital.
Pemprov Riau berharap UMKM dapat terus berkembang menjadi usaha yang tangguh dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Mengusung tema "Lokal Jadi Vokal", kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2026. Sebanyak 32 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) ikut ambil bagian setelah melalui proses kurasi.
Beragam produk lokal ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari kuliner khas Riau, kerajinan tangan, hingga produk fesyen yang mengangkat kearifan lokal.
Vice President Corporate Communication/VP Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan keikutsertaan 32 UMKM tersebut diharapkan dapat membuka peluang pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
"Untuk yang di Pekanbaru ini ada sekitar 32 UMKM binaan yang ikut, tiga hari ke depan. Jadi beraneka ragam, ada yang dari kerajinan, kemudian ada yang makanan dan minuman juga. Kemudian juga ada yang fashion dan masing-masing punya khas masing-masing daerah tentunya disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing," kata Dian.
Ia mengatakan, tema "Lokal Jadi Vokal" menjadi bagian dari upaya Pertamina membawa potensi dan kreativitas produk lokal Riau ke pasar yang lebih luas. Bahkan ada usaha binaan kepada penyandang Disabilitas yang ditampilkan.
"Melalui tema 'Lokal Jadi Vokal', kita ingin menyuarakan potensi dan kreativitas produk asli Riau ke panggung yang lebih luas. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha lokal kita," ujarnya.
Menurut Dian, SMEXPO tidak hanya menjadi ajang transaksi produk UMKM. Kegiatan tersebut juga dikemas dengan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran tersebut secara gratis hingga Minggu (27/9/2026) malam.
Manager Small Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) Pertamina, Fety, mengatakan penyelenggaraan SMEXPO telah memasuki tahun ketujuh.
Pada dua tahun pertama, kegiatan dilaksanakan secara virtual akibat pandemi COVID-19. Sejak 2022, kegiatan kembali digelar secara fisik.
Fety menjelaskan, pelaksanaan SMEXPO dilakukan secara bertahap mulai dari tingkat regional hingga nasional, dengan puncak kegiatan di Jakarta.
"Kami berharap bisa membina pelaku UMKM mulai dari tingkat regional, kemudian membawa mereka ke tingkat nasional. Ujung-ujungnya, harapannya mereka bisa masuk ke pasar global," katanya.
Menurut Fety, peluang menuju pasar global dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk pameran internasional di Jakarta maupun luar negeri serta pitching dengan atase-atase perdagangan.
"Ini yang kami harapkan nantinya bisa dimanfaatkan oleh para UMK di regional, khususnya di Riau," katanya.
Namun, tidak seluruh peserta SMEXPO otomatis dibawa ke tahap selanjutnya. Pertamina akan melakukan proses kurasi berdasarkan sejumlah indikator, termasuk pemenuhan sertifikasi, perizinan, dan legalitas usaha.
"Akan ada kurasi, akan ada indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh teman-teman UMKM. Biasanya seperti pemenuhan sertifikasi, perizinan, dan legalitas," jelasnya.
Fety menegaskan, legalitas dan sertifikasi bukan sekadar kewajiban administratif. Kelengkapan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk mendapatkan kepercayaan pasar.
"Legalitas dan sertifikasi ini adalah senjata bagi para UMKM untuk mendapatkan trust. Kalau mendapatkan trust, mereka bisa dikenal. Kalau sudah dikenal, harapannya produk mereka dicoba dan kemudian konsumen kembali lagi," jelasnya.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M Job Kurniawan, mengatakan Pemprov Riau berharap SMEXPO menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM lokal naik kelas.
"Kami berharap kita tidak hanya berhenti sampai di sini. Tadi juga disampaikan ada pembinaan bagaimana UMKM lokal ini akan menjadi nasional, kemudian UMKM nasional menjadi internasional dan global," harapnya.
Ia mengatakan pemerintah bersama dinas terkait akan membantu pelaku UMKM, termasuk dari sisi legalitas usaha.
"Kami bersama DPMPTSP dan dinas terkait membantu legalitasnya supaya UMKM yang ada sekitar 34 ribu ini bisa naik kelas dan naik tingkat," katanya.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada pelaksanaan SMEXPO. Pemerintah juga perlu membantu membuka akses pasar dan memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
"Kami berharap tidak hanya berhenti di SMEXPO saja, tidak hanya berhenti dengan 34 UMKM saja. Mudah-mudahan ini semakin bergema, mencarikan pasarnya, sehingga UMKM ini semakin percaya diri, semakin dipercaya, dan mampu menjaga produk yang sudah dihasilkan," ujarnya.
Ia juga berharap semakin banyak generasi muda, termasuk Gen Z, tertarik menjadi pelaku UMKM dan melihat kewirausahaan sebagai salah satu pilihan untuk berkarya.
"Mudah-mudahan angka anak-anak muda yang kami lihat ada Gen Z yang mampu percaya diri menjadi pelaku UMKM terus berkembang. Bekerja tidak hanya di sektor pemerintah, ternyata juga bisa menjadi UMKM," jelasnya. (MNA/SP)








