Disaksikan 50 Pemimpin Redaksi, Fithriady Syam Raih Penghargaan LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Wartawan Fithriady Syam ditetapkan sebagai pemenang utama LKTJ Raja Ali Kelana 2026 mengangkat tema DEWAN PENDIDIKAN RIAU/FS
RIAU (DPPR) – Peghargaan kepada insan pers di Provinsi Riau kembali digelar. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau mengumumkan dan penyerahan penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Raja Ali Kelana 2026 di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).
LKTJ Raja Ali Kelana 2026 mengangkat tema ''Energi Terbarukan dan Lingkungan Hijau''. Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 15 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan ini menjadi ajang tetinggi dan dipandang terbaik, karena punya sejarah yang cukup panjang di gelar di kalangan wartawan di Riau. Bahkan, anugerah ini termasuk yang sudah dikenal di tingkat nasional dan daerah.
Dalam ajang tersebut, Fithriady Syam ditetapkan sebagai pemenang utama. Pengumuman pemenang disampaikan oleh tim dewan juri yang diwakili Harry B Koriun.
Selain pemenang utama, PWI Riau juga menetapkan lima jurnalis yang nominator dari berbagai daerah se-Riau, yakni Andy Indrayanto, Bambang Prayetno, Henny Elyati, M Rio Aldo, dan Zulfadhli. Para nominator turut mendapatkan sagu hati sebagai bentuk apresiasi.
Fithriady Syam merupakan jurnalis yang berasal dari Surat Kabar Genta (suratkabargenta.id). Dia juga dikenal sudah beberapa kali mendapatkan anugerah di tingkat lokal dan nasional. Bahkan akhir 2025 lalu dia juga memperoleh Juara 1 di Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) Wilayah Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumut dan Aceh di Jakarta.
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau ini juga terlibat aktif untuk membantu penyandang disabilitas melalui informasi di media online. Selain itu, dia juga mengelola media internal Dewandik Riau yang khusus untuk mempublikasikan infomasi tentang satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Riau.
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengatakan, pengumuman LKTJ Raja Ali Kelana 2026 kali ini dikemas bersamaan dengan diskusi bertema “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau”.
''Terima kasih kepada sekitar 50 pemimpin redaksi yang hadir dalam rangka pengumuman Ali Kelana dan diskusi. Penyerahan biasanya dengan acara seremonial. Tapi karena efisiensi, kita tetap mengadakan penyerahan hadiah sekaligus diskusi,'' ujar Raja Isyam.
Menurutnya, LKTJ Raja Ali Kelana menjadi salah satu wadah bagi wartawan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Pengangkatan tema energi terbarukan dan lingkungan hijau juga menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri 50 pemimpin redaksi media di Riau. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Supriyadi, sejumlah mitra kerja PWI, serta perwakilan RRI.
Selain pengumuman LKTJ, kegiatan juga diisi diskusi mengenai tantangan dan masa depan pers di Riau. Raja Isyam menyoroti masih adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan tetapi menjalankan praktik jurnalistik yang tidak sesuai dengan profesionalisme dan etika pers.
“Oknum itu memeras, menggertak, bahkan melakukan tindakan intimidatif. Inilah tantangan kita hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi mengatakan perkembangan media di Riau harus diiringi dengan penguatan profesionalisme insan pers.
“Media di Riau terus bertumbuh. Harus ada organisasi bernaung, paling tidak untuk berdiskusi,” katanya.
Diskusi tersebut menghadirkan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanaru Erwin Ardian dan Dosen sekaligus peneliti Suyanto sebagai narasumber. Pembahasan mencakup perkembangan media, profesionalisme wartawan, serta pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media. (MNA/SP)








