Banner Atas

Provinsi Riau

Dorong Kemandirian Ekonomi, PHR Bekali Pemuda Riau Jadi Teknisi AC

News Sabtu, 05 September 2026 - 09:54 WIB
Dorong Kemandirian Ekonomi, PHR Bekali Pemuda Riau Jadi Teknisi AC

Program Vokasi Nonmigas merupakan bagian dari program Community Involvement & Development (CID) PHR yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di desa-desa Ring 1 wilayah operasional perusahaan. HUMAS PHR/FS

KAMPAR (DPPR) - Program Vokasi Nonmigas 2026 yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mulai membuka peluang baru bagi generasi muda di Riau. Melalui pelatihan teknisi AC, para peserta tidak hanya mendapat keterampilan kerja, tetapi juga sertifikasi kompetensi dan peralatan untuk mendukung usaha mandiri.

Salah satu peserta, Almaida Romi (19), mengaku sempat kebingungan menentukan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkendala biaya. Di sisi lain, ia juga belum memiliki keterampilan yang cukup untuk memasuki dunia kerja.

Kondisi tersebut semakin berat karena ayahnya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga mengalami sakit setelah kecelakaan sepeda motor beberapa tahun lalu.

"Setelah tamat sekolah saya sempat bingung. Mau kuliah tidak ada biaya, mau kerja belum punya keterampilan. Beruntung, saya dapat informasi pelatihan ini dari media sosial. Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang," ujar Romi.

Kesempatan itu datang setelah Romi mengetahui Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diselenggarakan PHR Zona Rokan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Kampar. Ia kemudian mengikuti proses seleksi dan terpilih sebagai peserta Pelatihan Teknisi AC.

Selama pelatihan, Romi mendapatkan pembekalan teori dan praktik perbaikan serta perawatan AC. Ia juga mengikuti uji kompetensi hingga memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tak hanya keterampilan, PHR turut memberikan paket peralatan teknisi AC yang dapat digunakan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Kisah serupa datang dari Lisna Sudensari (20), peserta pelatihan teknisi AC di BLK Bengkalis. Berada di tengah bidang pekerjaan yang selama ini lebih banyak digeluti laki-laki, Lisna justru melihat profesi tersebut sebagai peluang karier.

Selama mengikuti pelatihan, ia terbiasa melakukan berbagai pekerjaan teknisi, mulai dari naik turun tangga, menggunakan mesin steam bertekanan tinggi hingga mengukur arus listrik menggunakan tang ampere.

"Naik turun tangga itu hal biasa. Justru di tengah sedikitnya perempuan yang jadi teknisi AC, ini adalah peluang karir yang besar. Perempuan jadi teknisi AC itu keren," kata Lisna.

Setelah mengantongi sertifikat kompetensi BNSP, Lisna berencana bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkan pengalaman sebelum membuka usaha servis AC sendiri.

Program Vokasi Nonmigas merupakan bagian dari program Community Involvement & Development (CID) PHR yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat di desa-desa Ring 1 wilayah operasional perusahaan.

Program tersebut pertama kali dilaksanakan pada 2025 di satu kabupaten dengan 19 peserta. Pada 2026, cakupannya diperluas dengan melibatkan 31 peserta dari empat kabupaten, yakni Rokan Hulu, Kampar, Siak dan Bengkalis.

Para peserta menjalani sejumlah tahapan, mulai dari seleksi bersama BLK di masing-masing kabupaten, pelatihan dasar dan praktik perbaikan AC hingga uji kompetensi BNSP.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau Roni Rakhmat mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, pelatihan vokasi seperti ini dibutuhkan karena memberikan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti inilah yang sangat kita butuhkan, karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga secara langsung membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Riau,” ujarnya.

Roni berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan, peralatan dan sertifikasi yang telah diperoleh untuk membangun kemandirian ekonomi, termasuk dengan menciptakan lapangan kerja baru.

“Ilmu, peralatan, hingga sertifikasi kompetensi resmi kini sudah di tangan Anda. Saat ini, status Anda telah setara dengan para teknisi terlatih berkat sertifikasi. Tinggal bagaimana kemauan dan eksekusi di lapangan,” pesannya.

Program Vokasi Nonmigas 2026 ditutup melalui talkshow yang menghadirkan pelaku teknisi AC, dunia industri, pemerintah dan PHR di Pekanbaru.

Talkshow tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja, peluang kerja dan usaha, serta strategi mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh menjadi sumber penghasilan.

Melalui program ini, PHR tidak hanya berfokus pada produksi minyak dan gas, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. (MNA/SP)

 

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam