Dewandik Riau Sebut SPMB 2026 Lebih Baik, Prof Junaidi: Kita Jaga Prinsip Transparan dan Berkeadilan
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau Prof Dr Junaidi SH Mhum, PhD. DEWAN PENDIDIKAN RIAU/FS
RIAU (DPPR) – Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Pelajaran 2026/2027 terus berlangsung. Pasca diumumkan secara serantak Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB melalui portal resmi SPMB Provinsi Riau, kini para siswa mulai melakukan daftar ulang.
Mecermati jalannya Pelaksanaan SPMB tahun ini, Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau memberikan penilaian secara objektif.
‘’Dewandik melakukan berbagai monitoring SPMB 2026 ini. Kita nilai tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Indikatornya, tidak banyak masalah dan kasus-kasus yang ditemui di lapangan. Prinsip transparan, akuntabel, dan berkeadilan sudah bisa terlaksana,’’ ujar Ketua Dewandik Riau Prof Dr Junaidi SH Mhum, PhD.
Lebih jauh, dia menilai Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.131/II/2026 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru pada Jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 bisa dijalani oleh masyarakat secara baik.
Sesuai data yang diterima Dewandik Riau, jumlah pendaftar pada SMA/SMK Negeri mencapai 79.350 calon murid dan berhasil masuk dan diterima sebesar 70.616 murid. Sementara itu, daya tampung sekolah negeri secara keseluruhan mencapai lebih dari 101 ribu kursi.
‘’Artinya kondisi ini menunjukkan bahwa ketersediaan layanan pendidikan menengah di Riau masih mencukupi,’’ tambahnya lagi.
Prof Junaidi juga mengingatkan pihak-pihak terkait untuk menjaga kondisi yang sudah dicapai saat ini.
‘’Saya mendengar adanya orangtua yang memaksakan diri untuk masuk sekolah negeri. Ada juga oknum-oknum tertentu yang terus mendesak dengan berbagai cara agar SPMB 2026 ternodai. Kita sudah berkoordinasi dengan Disdik Riau, agak menjaga adanya kemungkinan ini. Kita sudah pastikan SPMB berjalan sesuai aturan,’’ lanjutnya.
Dalam pada itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Ersiman H Erisman Yahya MH mengimbau masyarakat untuk tidak berkecil hati apabila belum dinyatakan lulus pada satuan pendidikan negeri yang dipilih. Saat ini, Pemprov Riau telah menyiapkan alternatif pendidikan melalui SMA dan SMK Swasta yang bekerja sama dengan Disdik Riau di program BOSDA Afirmasi Swasta.
‘’Di Program Afirmasi, siswa akan memperoleh bantuan biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan pendidikan menengah secara gratis. Jadi jangan risau,’’ katanya.
Tahun 2026 ini, Pemprov Riau menyediakan daya tampung Jalur BOSDA Afirmasi Swasta sebanyak 2.179 kursi yang terdiri atas 424 kursi pada SMA Swasta dan 1.755 kursi pada SMK Swasta yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Pendaftaran dan pemilihan SMA/SMK Swasta Jalur BOSDA Afirmasi dibuka mulai tanggal 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB sampai dengan 26 Juni 2026 pukul 12.00 WIB.
Khusus adanya program ini, Dewandik Riau menilai hal ini akan jadi kesempatan bagi calon murid yang belum diterima pada SMA/SMK Negeri untuk melanjutkan pendidikan.
‘’Ini menjadi alternatif seluruh lulusan SMP/MTs sederajat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala biaya pendidikan. Tidak itu saja, ini menjadi bagian dari upaya pemerataan peserta didik antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Jadi satuan pendidikan juga harus diberikan peluang untuk sama-sama berkembang. Ada 44 SMA dan SMK swasta di jalur ini,’’ sebut Prof Junaidi lagi. (MNA/SP)








