Usai Ditutup, Disdik Riau Umumkan Sebaran Pendaftar dan Peminat SMA/SMK Negeri se-Riau
Tahapan SPMB diawali dengan aktivasi akun dan persiapan yang dimulai pada 8 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, pendaftaran dan pemilihan SMA/SMK Negeri dilaksanakan pada 10 Juni 2026 pukul 08.00 WIB hingga 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB. Foto Istimewa/FS
RIAU (DPPR) – Mekanisme Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi ditutup. Kini proses ini memasuki tahapan akhir seleksi sekolah negeri.
Pelaksanaan SPMB tahun ini mengacu pada Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.131/II/2026 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru pada Jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027.
Tahapan SPMB diawali dengan aktivasi akun dan persiapan yang dimulai pada 8 Juni 2026 pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, pendaftaran dan pemilihan SMA/SMK Negeri dilaksanakan pada 10 Juni 2026 pukul 08.00 WIB hingga 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB.
Tercatat sebanyak 79.350 calon murid menggunakan pilihan pertama. Sebanyak 22.683 calon murid memanfaatkan pilihan kedua setelah keluar dari peringkat pada pilihan pertama, sedangkan 7.055 calon murid menggunakan kesempatan pilihan ketiga untuk meningkatkan peluang diterima pada sekolah tujuan, dari 82.550 akun aktif pada sistem penerimaan murid baru.
Berdasarkan data pendaftaran hingga berakhirnya masa pemilihan sekolah negeri, jumlah calon murid yang telah mendaftar sebanyak 79.350 orang. Sementara itu, total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri di Provinsi Riau pada Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 101.455 kursi.
Dengan demikian, secara keseluruhan daya tampung sekolah negeri masih lebih besar dibandingkan jumlah pendaftar yang tercatat dalam sistem. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang calon murid untuk memperoleh layanan pendidikan pada jenjang SMA dan SMK di Provinsi Riau masih sangat terbuka.
Apabila digabungkan dengan daya tampung SMA dan SMK Swasta yang mencapai 31.428 kursi, maka total kapasitas penerimaan murid baru di Provinsi Riau Tahun Pelajaran 2026/2027 mencapai 132.883 kursi. Jumlah tersebut jauh melampaui jumlah pendaftar yang ada saat ini, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan akses pendidikan menengah di Provinsi Riau.
Hasil seleksi SMA/SMK Negeri akan diumumkan pada 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB melalui portal resmi SPMB Provinsi Riau. Bagi calon murid yang belum diterima pada sekolah negeri, Pemerintah Provinsi Riau tetap memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui SMA/SMK Swasta melalui Jalur Afirmasi Swasta dengan pembiayaan pendidikan gratis. Pendaftaran dan pemilihan sekolah swasta dibuka mulai 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB hingga 26 Juni 2026 pukul 12.00 WIB melalui pmb.riau.go.id.
Tahapan ini diperuntukkan khusus bagi calon murid yang belum dinyatakan lulus pada satuan pendidikan negeri. Pengumuman hasil seleksi sekolah swasta akan dilaksanakan pada 27 Juni 2026. Sebaran Peminat Belum Merata Data pendaftaran menunjukkan bahwa sebaran peminat antar sekolah dan antar wilayah masih belum merata.
Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah peminat tertinggi. Dari kuota sebanyak 11.611 kursi, tercatat 13.872 akun telah diaktivasi dan 13.340 calon murid telah melakukan pemilihan sekolah.
Kabupaten Kampar memiliki kuota terbesar, yakni 13.170 kursi dengan jumlah pendaftar aktif sebanyak 9.642 peserta. Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar aktif. Kabupaten Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari kuota 10.337 kursi, Kabupaten Siak sebanyak 6.105 pendaftar dari kuota 9.191 kursi, dan Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 6.943 pendaftar dari kuota 8.355 kursi. Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 5.396 pendaftar dari kuota 7.730 kursi. Kabupaten Pelalawan memiliki 5.018 pendaftar dari kuota 6.891 kursi, Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 6.368 pendaftar dari kuota 6.982 kursi, dan Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 4.717 pendaftar dari kuota 6.861 kursi. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, jumlah pendaftar mencapai 1.679 peserta dari kuota 2.547 kursi.
Adapun Kota Dumai mencatat 4.569 pendaftar dari kuota 4.037 kursi atau melebihi daya tampung yang tersedia.
Secara umum, tingkat persaingan tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai karena jumlah pendaftar melebihi daya tampung yang tersedia. Namun demikian, tingginya konsentrasi peminat pada sejumlah sekolah tertentu menyebabkan distribusi calon murid belum merata.
Kondisi ini berpotensi mengakibatkan masih adanya satuan pendidikan SMA/SMK Negeri, termasuk di Kota Pekanbaru, yang belum memenuhi seluruh kuota daya tampungnya setelah proses daftar ulang selesai. Sesuai jadwal pelaksanaan SPMB, pada tanggal 21 Juni 2026 sistem akan melakukan proses rekonsiliasi. Rekonsiliasi merupakan proses penyesuaian dan pemenuhan kuota secara otomatis oleh sistem terhadap jalur atau kelompok seleksi yang belum terpenuhi setelah seluruh tahapan pendaftaran berakhir.
Dalam Petunjuk Teknis SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027, pemenuhan kuota yang belum terisi dilakukan dengan memanfaatkan sisa kuota yang tersedia pada jalur domisili untuk SMA Negeri dan kelompok seleksi berdasarkan rata-rata nilai rapor untuk SMK Negeri.
Melalui mekanisme rekonsiliasi ini, sistem akan mengoptimalkan pemanfaatan daya tampung yang tersedia sehingga kuota pada setiap satuan pendidikan dapat terisi secara lebih proporsional sesuai ketentuan yang berlaku. Proses ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kursi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan akses pendidikan kepada calon murid di Provinsi Riau.
Selain itu, terdapat kemungkinan sebagian calon murid yang dinyatakan lulus tidak melakukan daftar ulang karena memilih alternatif pendidikan lain atau alasan tertentu. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir apabila pada tahap pengumuman belum dinyatakan diterima. Sesuai ketentuan, apabila terdapat calon murid yang telah dinyatakan diterima namun tidak melakukan daftar ulang, maka sisa kuota daya tampung akan diisi oleh calon murid cadangan atau calon murid yang keluar peringkat dari aplikasi dan belum diterima pada satuan pendidikan tersebut.
Mekanisme ini dilakukan secara offline/ luring berdasarkan urutan peringkat yang telah ditetapkan sistem dan akan diinformasikan oleh satuan pendidikan melalui kanal-kanal informasi yang tersedia guna menjamin terpenuhinya daya tampung sekolah serta menjaga prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 serta mengimbau seluruh calon murid dan orang tua untuk terus memantau informasi resmi melalui portal SPMB Provinsi Riau di pmb.riau.go.id dan kanal informasi Dinas Pendidikan Provinsi Riau. (MNA/SP)








