Banner Atas

Siak Sriindrapura

Perpustakaan Nasional Dorong Syair Perang Siak Diangkat jadi Buku Pelajaran Anak

Nasional Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:08 WIB
Perpustakaan Nasional Dorong Syair Perang Siak Diangkat jadi Buku Pelajaran Anak

Syair Perang Siak memiliki nilai penting dalam mengenalkan sejarah dan kekayaan sastra Melayu kepada generasi muda. DISKOMINFOTIK SIAK/FS

SIAK (DPPR) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mendorong Pemerintah Kabupaten Siak mengembangkan Syair Perang Siak dalam bentuk buku bacaan anak-anak dan komik agar lebih mudah dipahami generasi muda.

Dorongan tersebut disampaikan Deputi I Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas RI, Suharyanto, dalam seminar penganugerahan Syair Perang Siak sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 yang digelar secara virtual, Senin (19/10/2026).

Menurut Suharyanto, pengakuan sebagai IKON harus ditindaklanjuti dengan pengembangan naskah melalui penelitian dan publikasi dalam berbagai format.

"Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui penelitian, transliterasi, penerjemahan, dan alih wahana ke dalam bentuk buku bacaan anak-anak atau komik," kata Suharyanto.

Sementara, Bupati Siak Afni Zulkifli, mengatakan Syair Perang Siak memiliki nilai penting dalam mengenalkan sejarah dan kekayaan sastra Melayu kepada generasi muda.

"Melalui karya ini, kita dapat mempelajari sejarah, memahami cara masyarakat pada zamannya menyampaikan pengalaman, serta mengenal kekayaan bahasa dan sastra Melayu," kata Afni, Selasa (20/10/2026).

Ia berharap penganugerahan IKON 2026 dapat memperkuat kerja sama antara Perpusnas dan Pemkab Siak dalam memperluas akses masyarakat terhadap naskah bersejarah tersebut.

Sementara itu, filolog Riau sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Lik Idayanti, M.Hum., mengingatkan bahwa pengakuan sebagai IKON tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

"Syair Perang Siak sudah menjadi IKON, tetapi pertanyaan sederhananya, apakah tugas kita sudah selesai? Sertifikat sudah diterima, foto sudah dibuat, dan seminar sudah dilaksanakan," ujar Lik Idayanti.

Menurutnya, tindak lanjut perlu diarahkan pada pendidikan, penelitian, digitalisasi, dokumentasi sumber sejarah, dan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat.

Ia juga mendukung pengenalan Syair Perang Siak melalui Festival Siak Bermadah dengan melibatkan pelajar dan masyarakat umum.

Menurut Lik Idayanti, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Melayu sekaligus memperkenalkan Syair Perang Siak kepada khalayak yang lebih luas. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam