Banner Atas

Pekanbaru

Dukung Program PCA, KWQ Kembali Salurkan Mushaf Al-Qur’an di SMPN Madani

Metropolis Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:45 WIB
Dukung Program PCA, KWQ Kembali Salurkan Mushaf Al-Qur’an di SMPN Madani

Pimpinan KWQ kemudian menjelaskan secara ringkas tentang proses wakaf dan model mushaf Al-Qur’an tersebut. Termasuk bagaimana penyaluran ke sekolah, madrasah dan pesantren. Untuk penyaluran wakaf, pihaknya hanya mensyaratkan hafalan minimal 2 juz dan hadir langsung saat penyerahan. HUMAS KWQ/FS

PEKANBARU (DPPR) -  Pimpinan Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) A. Z. Fachri Yasin menyatakan pihaknya mengapreasiasi dan mendukung program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an (PCA) yang diluncurkan Pemko Pekanbaru pada 2025 lalu. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz di SD dan SMP/ madrasah negeri maupun swasta yang ada di Kota Bertuah ini. 

“Dalam beberapa kali kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an dari tahun lalu sampai sekarang, kalau tidak salah ada sampai lima kali, kami mengirim undangan untuk Bapak Walikota agar berkenan hadir. Namun, disayangkan walikota tidak pernah hadir langsung, hanya mengirim utusan dari kalangan pejabat Pemko untuk mewakili.” ujar Fachri dengan nada agak kecewa. 

Pernyataan itu disampaikan Pimpinan KWQ di hadapan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Setdako Pekanbaru, Samsuwir Siddik, S.H., M.IP., yang hadir mewakili walikota saat acara penyerahan wakaf 71 Al-Qur’an untuk siswa SMP Negeri Madani Pekanbaru, Jumat (14/08/2026) pagi.

Selain kepala sekolah dan majelis guru, acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yang diwakili Kabid Pembinaan Pendidikan SMP, Desi Andarwati, S.IP., M.Si., dan salah seorang pewakaf, Ridwan Melay.

Program PCA merupakan salah satu progam unggulan Pemko di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Markarius Anwar. Program ini bertujuan membentuk karakter mulia serta memastikan anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah bisa membaca Al-Qur'an dengan baik. Bahlan, program ini menargetkan lahirnya 10.000 hafidz dari kalangan pelajar.

“Waktu penyerahan wakaf Al-Qur’an di SD-SMP di Tenayan pada tahun lalu, Pak Samsuwir juga yang diutus. Maka, di kesempatan ini kami harap Pak Asisten I menyampaikan kepada walikota, apabila kembali diundang untuk kegiatan yang sama kedepan hendaknya beliau berkenan hadir langsung.  Karena itu penting dan punya makna tersendiri,” kata Fachri kepada pejabat Pemko yang  baru datang di pertengahan acara.

Pimpinan KWQ menyebut pihaknya meminta walikota hadir langsung bukan berarti  tidak mau atau menolak pejabat yang mewakili. Bagi pihaknya, tanpa kehadiran pejabat Pemko pun kegiatan tetap berjalan sebagaimana yang sudah diagendakan.

“Namun, tentu akan lebih elok dan tepat momennya apabila walikota hadir, sebab kegiatan wakaf Al-Qur’an ini sejalan dengan program PCA yang beliau gagas bersama wakilnya. Dengan begitu, akan terlihat  komitmen  dan keseriusan dalam implementasi program in. Jadi, ini baik bagi  kepentingan Pemko sendiri,” terangnya.

Disamping itu, lanjut Fachri, dengan kehadiran walikota diharapkan dapat lebih menambah  semangat  dan motivasi para siswa  dan majelis guru. Tak kalah penting, walikota dapat melihat langsung perkembangan implementasi program PCA tersebut di lapangan sebagai bahan evaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

Sejak program PCA diluncurkan Pemko, secara umum kegiatan membaca Al-Qur’an sudah dipraktikkan dan  berlangsung rutin setiap hari di SD dan SMP negeri di kota ini. Namun faktanya, Fachri menyebut dari sekian banyak SD maupun  SMP yang dihubungi, siswa yang memiliki hafalan 2 juz ke atas masih minim.

“Kami  ingin sekali membantu mereka mushaf Al-Qur’an yang baru dan standar, tapi terkendala syarat hafalan minimal 2 juz yang telah ditetapkan dan kami harus konsisten. Makanya, penyaluran Al-Qur’an wakaf lebih intens kepada siswa SMPN Madani. Karena memang program khusus Tahfidz yang membuatnya berbeda dari yang lain,” paparnya.

Harapan untuk Walikota

Wako Agung Nugroho, kata Fachri lagi, sebelumnya juga menunjukkan respons positif dan mendukung kegiatan wakaf komunitas KWQ yang mulai aktif sejak medio Juni 2022. Bahkan, Agung secara pribadi pernah ikut berwakaf 10 Al-Qur’an melalui komunitas yang  dipimpinnya.

“Justru itu, kami berharap Pak Agung hadir langsung pada acara penyerahan  wakaf Al-Qur’an di SMPN Madani yang merupakan sekolah binaan Pemko ini. Apalagi ini  penyaluran yang keempat kalinya, karena sekolah punya program khusus Tahfidz untuk mencetak para  hafidz baru.  Namun,  walikota masih belum berkenan,” kata pria yang juga akademisi senior Riau ini.

Melalui Asisten I, Pimpinan KWQ juga berharap Pemko Pekanbaru menginisiasi semacam gerakan wakaf Al-Qur’an di kalangan ASN di jajarannya untuk mendukung kebutuhan sarana siswa Tahfidz di berbagai sekolah. Bantuan Al-Qur’an yang baru dan berkualitas diyakini akan menambah semangat siswa membaca dan meningkatkan kecintaan terhadap Kalam Ilahi tersebut.

“Ini hanya saran, tapi saya pikir gerakan wakaf ASN ini perlu dilakukan karena sejalan dan bagian dari upaya menyukseskan  program PCA yang sangat bagus ini. Gerakan juga sebuah  sinergi untuk meningkatkan kepedulian dan keshalehan sosial, di samping menďatangkan keberkahan dan pahala jariyah bagi individu yang berwakaf, ” kata Fachri Yasin.

Asisten I Pemko Samsuwir menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan KWQ dàn Tim yang melaksanakan kegiatan wakaf Al-Qur’an  secara  konsisten. Pihaknya juga mengucapkan  terima kasih atas dukungan terhadap program Tahfidz  SMPN Madani melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an secara intens untuk para siswanya.

Menurut Samsuwir, walikota Agung Nugroho tidak bisa hadir pada acara penyerahan wakaf Al-Qur’an hari ini karena agenda lain yang mesti dihadiri. Kemarin  beliau  di  Batam untuk menerima penghargaan berkaitan dengan program perumahan.  Setelah itu langsung ke Jakarta, menghadiri kegiatan Pramuka Nasional bersama ibu walikota.

“Pak Walikota mohon maaf,  karena ada agenda kegiatan pada waktu bersamaan sehingga beliau tidak bisa hadir. Bukannya tidak.berkenan, tapi memang acara beliau sedang padat dan sibuk. Mudah-mudahan   kedepan berkesempatan hadir, beliau menyampaikan salam,” ucap  Asisten I Pemko.

Samsuwir memuji kegiatan wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ yang tidak hanya di Pekanbaru melainkan seantero Riau hingga  ke pelosok. Kegiatan ini sangat membantu aktivitas pelajar Tahfidz dan sebagai upaya membumikan  Al-Qur’an di Bumi Melayu.

“Kami dari Pemko sangat mendukung karena sejalan dengan program PCA. Diharapkan kedepannya  penyaluran wakaf  oleh KWQ lebih merata di sekolah yang ada di Pekanbaru. Semoga menjadi amal ibadah mengalirkan pahala jariyah bagi Pak Fachri dan Tim,” katanya.

Asisten I Pemko ini mengungkapkan SMPN Madani secara status sama dengan SMP negeri lainnya. Hanya saja, sistem pendidikannya yang terpadu  lebih menonjolkan pendidikan agama, termasuk adanya program khusus Tahfidz, sehingga terkesan religius. Kelebihan lainnya siswanya terpilih dengan seleksi ketat, serta diasramakan dan gratis.

“Maka, beruntunglah siswa yang bersekolah di SMPN Madani. Bisa belajar di sekolah unggulan dan terbaik, terutama dalam hal pendidikan agama,” ujarnya sembari menceritakan ulang kisah Presiden Habibie yang di pengujung usianya menyadari bahwa ilmu membuat pesawat terbang yang dikuasainya, tidak ada artinya dengan ilmu agama yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Kepada siswa penerima wakaf Al-Qur’an ia berpesan untuk memanfaatkannya dengan baik dan menjadikan sahabat setia. “Jangan disimpan di tas atau di laci. Tapi bersahabat dekatlah dengan Al-Qur’an tersebut, sehingga nilai-nilai mulia yang dikandungnya mempengaruhi perilaku ananda sehari-hari,” harap Samsuwir.

Devan, Hafidz 30 Juz

Sebelumnya, Plt. Kepala SMPN Madani Hj Marlina S.P.d., mengungkapkan rasa syukur mendalam dan terima kasih atas penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada ànak didiknya. Baik kepada para pewakaf (wakif) maupun Komunitas KWQ sebagai penyalur.

“Ananda sekalian, terutama yang mendapat Al-Qur’an, juga harus berterima kasih. Caranya dengan memanfaatkan dengan baik Al-Qur’an yang diterima dengan selalu dibaca dan juga mendoakan yang terbaik buat para wakif, agar dapat keberkahan dan pahala jariyah dari Allah Swt,” katanya.

Menurut Ustadzah Marlina, sekolah yang dipimpinnya sama dengan SMP negeri lainnya di kota ini. Kelebihannya,pendidikan agamanya lebih mendalam dan ada muatan Tahfidznya. Rata-rata siswanya fasih membaca Al-Qur’an dan tinggi hafalannya karena salah satu syarat  masuk sekolah ini hafal 2 juz.

“Secara umum Setiap siswa ditargetkan memiliki hafalan 15 juz. Namun, cukup banyak yang sudah melampauinya, bahkan ada yang mencapai 30 juz atas nama Devan,siswa kelas 9. Ini tentu sebuah kemajuan yang menggembirakan,” tuturnya.

Ustadzah Marlina berpesan kepada segenap siswanya, hendaknya selalu menghargai dan memuliakan Al-Qur’an yang berisi wahyu Allah yang mulia. Menempatkan Kitabullah di posisi tinggi dan berharga, karena sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

“Ananda dididik di sini tidak hanya supaya pintar dan menjadi hafidz Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter mulia. Temasuk adab terhadap Al-Qur’an yang dipelajari, bagaimana menghargai dan menjaganya dengan baik. Jangan sampai kalah pula dengan umat lain dalam halbmenghargai kitab suci,” ujar  sang kepsek mengingatkan.

Pada kesempatan itu, Devan diminta maju ke depan untuk diperkenalkan. Pimpinan KWQ  pun sempat berinteraksi sekaligus berdialog dengan siswa yang tampak pemalu itu. Saat ditanya bagaimana caranya ia bisa mencapai hafalan 30 juz, Devan mengaku berusaha untuk rajin membaca sekaligus menghafal, minimal 1 surah sehari.

 “Apa yang mendorong Anda untuk menghafal sampai 30 juz?” tanya Fachri Yasin.

Remaja itu awalnya terlihat grogi dan ragu menjawab. Setelah didesak, dengan malu-malu ia akhirnya menjawab, “Karena kemauan  sendiri, ingin jadi hafidz.”

“Ada yang lain?” tanya Fachri lagi, “orang tua,  guru atau ada siapa lagi?”. Devan spontan mengangguk, laku berujar, “Ya, juga orang tua dan guru.”

“Setelah tamat nanti apa rencananya. Mau lanjutkan sekolah atau tidak?” Devan mengangguk, dan Pimpinan KWQ kembali bertanya, “Kemana?” Devan pun menjawab perlahan, belum tahu Pak.”

Menyadari sang siswa “demam panggung" atau belum punya keberànian dan kepercayaan diri bicara di depan orang banyak, Fachri mempersilakanmya kembali ke tempat. “Tak apa-apa, anak ini punya kemauan kuat belajar, sehingga bisa pintar dan jadi hafidz. Ini bagus dan perlu ditiru,” katanya di depan para siswa.

Berinteraksi dan Memotivasi

Seperti yang sudah-sudah, pada momen tersebut Pimpinan KWQ juga berinteraksi dan berdialog dengan para siswa sekaligus memberi motivasi guna meraih masa depan gemilang. Dengan spontan beliau menunjuk sejumlah siswa untuk maju ke depan secara bergiliran. Mereka diajukan pertanyaan yang hampir sama terkait rencana kelanjutan pendidikan, keluarga dan cita-cita ke depannya.

Interaksi dan dialog berlangsung cukup hangat dan menarik. Dengan gaya khasnya yang ramah dan kebapakan, pria 73 tahun ini mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri siswa. Ia pun kerap melontarkan celetukan dan guyonan yang membuat suasana menjadi lebih cair.

Dari dialog dengan Pimpinan KWQ itu tergambar besarnya keinginan para siswa untuk melanjutkan pendidikan, bahkan hingga  perguruan tinggi. Begitu juga dengan cita-cita, ada yang ingin jadi tentara, guru, pengusaha dan sebagainya, menunjukkan sudah ada yang diniatkan untuk dicapai.

“Mau melanjutkan pendidikan Kemana tidak masalah, demikian pula dengan cita-cita. Yang penting ada niat, sehingga akan muncul tekad dan usaha untuk mewujudkan. Soal tercapai atau tidak itu hal lain. Makanya, juga penting restu dan dukungan disertai doa dari orang tua, tanpa itu akan sulit tercapai,” kata Fachri.

Berkaitan dengan cita-cita, Pimpinan KWQ mengaku senang dan berharap banyak di antara siswa sekolah ini  yang berminat jadi pengusaha. “Kenapa? Supaya kedepan makin banyak pengusaha muslim, sehingga bisa membantu ekonomi umat. Saat ini ekonomi bangsa kita masih dikuasai nonmuslim, padahal sekitar 85% penduduk Indonesia beragama Islam,” pungkasnya.

Pimpinan KWQ kemudian menjelaskan secara ringkas tentang proses wakaf dan model mushaf Al-Qur’an tersebut. Termasuk bagaimana penyaluran ke sekolah, madrasah dan pesantren. Untuk penyaluran wakaf, pihaknya  hanya mensyaratkan hafalan minimal 2 juz dan hadir langsung saat penyerahan.

Kelancarannya tergantung  komunikasi dan respons pihak lembaga pendidikan  dalam mengirim data siswa Tahfidz dan menetapkan waktu penyerahan sekaligus memfasilitasi acaranya.

“Komunikasi dan respons pihak SMPN Madani bagus, di samping siswanya memang banyak yang memenuhi syarat hafalan, sehingga memudahkan dalam penyaluran wakaf. Sebagai bentuk apresiasi kami intens salurkan Al-Qur’an ke sekolah ini, sudah empat kali dengan jumlah signifikan,” jelas Fachri Yasin.

Kisah dan Pesan Pewakaf

Pimpinan KWQ selanjutnya memberi kesempatan kepada salah seorang pewakaf, Ridwan Melay, untuk menyampaikan pesan dan harapannya. Beliau termasuk rajin berwakaf Al-Qur’an melalui KWQ.

“Kebetulan beliau kolega saya sesama dosen di UIR pada masanya Beliau sosok orang tua yang sukses. Dari empat anaknya, tiga dokter dan satu ahli bahasa Inggris,” ujarnya.

Ridwan Melay mengaku terharu  bercampur gembira melihat semangat dan tekad siswa Tahfidz SMPN Madani untuk menjadi hafidz Al-Qur’an. “Waktu kecil dulu saya juga pernah bercita-cita jadi hafidz,” kata pensiunan dosen FKIP ini mengisahkan pengalamannya.

Namun, lanjut dia, karena hidup susah dan berbagai keterbatasan serta sering pindah domisili, keinginan itu tak terkabul. “Tapi saya rajin baca Qur’an sehingga bisa khatam,” ungkapnya.

Ridwan menyebut banyak manfaat yang diperoleh dari membaca dan mempelajari Al-Qur’an yang mulia, di antaranya menjadi pedoman untuk  keselamatan dunia dan akhirat, disamping mendapatkan keberkahan dan pahala berlipat ganda yang akan membimbing masuk surga.  

“Makanya, anak-anak saya dulu juga dimasukkan di pesantren agar bisa menimba ilmu agama secara mendalam dan menjadi hafidz. Alhamdulillah, mereka kemudian juga berhasil secara akademik dan karier,” tuturnya.

Ridwan berpesan sekaligus berharap siswa SMPN Madani agar rajin belajar dan meningkatkan hafalannya, serta istiqamah membersama Al-Qur’an sehingga menjadi hafidz sesuai yang diharapkan.

Penyerahan wakaf 71 Al-Qur’an berwarna yang dilengkap tajwid dan terjemahan dari para wakif yang dihimpun oleh komunitas KWQ itu berlangsung sederhana namun khidmat di Masjid Al Firdaus komplek SMPN Madani. Ke-71 Al-Qur’an itu bersumber dari 19 wakif: Yusnimar Sahan, M. Arpah, Yanti Rachman, Ridwan Melay, Basriman, Pahmijan, Makmun Murod, Muslim Harahap, Ardiansyah, Syafrida, Johny S Mundung, M. Eskar, MS Ramadhani, Zulmariyeti, Abbas Hasibuan, Sarjono Amnan, Jeffri Nazir dan Juandi.

Suasana haru bercampur bahagia dan bangga menyelimuti saat penyerahan dan pembagian Al-Qur’an secara langsung kepada para siswa secara bersama-sama oleh Pimpinan KWQ dan Asisten I Pemko, Kabid SMP Dinas Pendidikan, kepala sekolah beserta para guru/ustadz. Acara diakhiri dengan foto bersama. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam