Banner Atas

Pekanbaru

Komunitas KWQ Bagi Al-Qur’an dan Motivasi Siswa SD IT-SMP IT Al Kindi

Metropolis Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:02 WIB
Komunitas KWQ Bagi Al-Qur’an dan Motivasi Siswa SD IT-SMP IT Al Kindi

Penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh KWQ untuk para tahfidz di SD IT-SMP IT Al Kindi Pekanbaru. (Dok KWQ)

PEKANBARU (DPPR) – Penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) untuk para penghafal (Tahfidz) di Riau terus berlanjut. Hari Jumat (15/05/2026) pagi, sebanyak 73 mushaf dibagikan kepada siswa SD IT dan SMP IT Al Kindi Pekanbaru, sekaligus diberi pencerahan dan motivasi.

Penyerahan dan pembagian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna  itu berlangsung di aula sekolah, Komplek Al Kindi Islamic School, yang terletak di kawasan Bukit Barisan, Tenayan Raya. Selain para pimpinan sekolah, juga dihadiri segenap majelis guru di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Fatih ini.

Meski digelar sederhana, acara berlangsung khidmat dan cukup semarak dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Para siswa yang dikelompokkan dalam dua barisan, ikhwan dan akhwat, duduk dengan tertib dan antusias mengikuti acara.

Acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan dengan cukup fasih dan merdu oleh dua siswa, Rasya dan Ridho. Keduanya melantunkan surah Jumu’ah (Q.S: 62, juz 28) secara bergantian atau dengan metode sambung ayat.

Selanjutnya, sambutan dari Pimpinan Al Kindi Islamic School yang diwakili oleh Kepala SD IT Ust. Vero Marta. Ia menyampaikan rasa syukur mendalam dan terima kasih kepada para pewakaf maupun Komunitas KWQ atas penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada siswa di sekolah yang berfokus pada pengembangan karakter dan intelektual siswa, dengan mengedepankan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran ini.

Ust. Vero mengingatkan para anak didiknya agar menggunakan Al-Qur’an wakaf yang diterima dengan terus dibaca sekaligus untuk meningkatkan hafalan. Bukan disimpan atau jadi pajangan.

“Supaya bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi yang mewakafkan. Kiranya pemberian mushaf baru ini menambah semangat untuk lebih giat membaca dan memperbanyak hafalan. Semoga kelak kalian bisa membawa orang tua masuk ke dalam surganya Allah,” jelas sang Kepsek.

Pimpinan Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) A.Z. Fachri Yasin mengawali sambutannya dengan Takbir yang dikumandangkan dengan suara lantang untuk membangkitkan semangat para siswa. Lalu mengajak segenap siswa mengulangi lafaz Allahu Akbar itu serempak dengan suara lebih keras hingga tiga kali.

“Kalian harus semangat, apalagi yang diucapkan ini Takbir. Saya lihat semangatnya masih kurang. Semangat itu penting dalam kehidupan, dimulai dari usia dini ini,” katanya memotivasi para siswa.

Fachri menunjuk dirinya, “Saya mau masuk usia 73 tahun, tapi masih tetap semangat dan sehat. Jadi, tunjukkan semangat kalian, bantu juga doakan saya agar sehat lahir dan batin,” ujarnya lagi.

Pimpinan KWQ kemudian menjelaskan terkait wakaf mushaf Al-Qur’an yang diserahkan pagi itu, yang mana bersumber dari sejumlah pewakaf (wakif) dari berbagai kalangan dan profesi. Mereka tidak hanya berada di Pekanbaru, tapi juga di daerah lain, seperti Jakarta. Jumlah wakafnya pun beragam, mulai dari satu hingga puluhan mushaf.

“Jadi bukan dari Kurnia Wakaf, kami hanya menghimpun dan menyalurkan amanah para wakif kepada para tahfidz yang membutuhkan. Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka, ” terangnya.

Para wakif tersebut, lanjut dia, selain dari perorangan, juga ada dari lembaga. Nama wakif tertulis di mushaf, tapi peruntukkannya tidak semua atas nama bersangkutan. Ada juga yang diberikan atas nama orang tua, istri, anak dan keluarga lainnya, termasuk yang almarhum atau hamba Allah.

“Contohnya ini, di punggung mushaf tercantum nama sawit.com, di bagian depan tertulis peruntukkan wakaf atas nama Majalah Sawit Indonesia. Yang ini atas nama Emil binti Iskarudin, berwakaf atas nama pribadi. Ada juga wakif bernama Syaiful Bahri, ia memperuntukkan bagi almarhumah istrinya yang baru meninggal. Kebetulan murid saya yang kini tinggal di Mataram, sudah berwakaf puluhan mushaf tapi secara bertahap,” paparnya sembari memperagakan beberapa mushaf.

Terkait keberadaan KWQ sendiri, bukan yayasan atau lembaga berbadan hukum, tapi hanya berupa komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak. Mulai aktif sejak medio Juni 2022 lalu. Sampai saat ini telah menyalurkan lebih kurang 5.000 Al-Qur’an untuk Tahfidz di sekolah/madrasah negeri dan swasta, dari SD-SMA, pondok pesantren hingga mahasiswa perguruan tinggi di Riau.

“Kenapa bisa, karena yakin dan atas ridha Allah. Dalam penyaluran wakaf mushaf ini, syaratnya selain punya hafalan minimal 2 juz, juga harus diterima langsung yang bersangkutan. Jadi, yang tidak hadir saat penyerahan tidak diberikan. Kami komitmen, meneruskan titipan amanah para wakif langsung ke tangan yang berhak,” tegas Fachri Yasin.

Pendidikan dan Cita-cita

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk berinteraksi lewat dialog dengan para siswa Al Kindi Islamic School, sekaligus memberi pencerahan dan motivasi guna meraih masa depan gemilang.

Fachri Yasin memanggil enam pelajar, tiga siswa dan tiga siswi. Mereka diminta maju berdiri ke depan secara bergiliran dan diajukan pertanyaan yang hampir sama. Mulai dari nama, kelas, akan melanjutkan pendidikan kemana dan ingin jadi apa setelah besar nanti atau cita-cita.

Awalnya, para siswa tersebut tampak takut, ragu dan malu menjawab, karena selain nada suara yang lantang dan tegas, pria yang juga akademisi senior Riau ini juga terkesan sosok yang keras. Namun, sikap ramah dan kebapakan yang ditunjukkan kemudian, yang kadang diselingi celetukan humor, membuat suasana yang tadinya tegang dan kaku menjadi cair dan rileks. Dialog pun berlangsung akrab dan seru.

Dari dialog tanya jawab itu terungkap berbagai hal penting dan sisi menarik lainnya yang menggambarkan sejauh mana kepribadian, kemauan dan pola pikir kalangan siswa SD dan SMP berbasis pendidikan Islam ini. Umumnya mereka memiliki karakter dan kemauan yang kuat dengan pengetahuan dan wawasan yang lumayan bagus.  

Para siswa/i umumnya setelah tamat akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ada yang di sekolah semula, ke sekolah negeri maupun pesantren. Mereka juga berniat kuliah di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Cita-cita mereka pun beragam, namun  ternyata cukup banyak yang ingin jadi pengusaha kelak.

Muhammad Amar Putra Deri, misalnya, saat ditanya setelàh besar ingin jadi àpà, tentara, pengusaha atau ustadz? Siswa SMP kelas VII itu dengan lugas menjawab, “Pengusaha.” Tapi ia belum tahu mau jadi pengusaha di bidang apa. Ýàng pasti, setelah tamat ia menyambung ke SMA Negeri, dan ke depannya juga mau kuliah. “Di Unri, Fakultas Teknologi,” ujar remaja berkacamata itu dengan meyakinkan.

Salah seorang siswi, Nayla, juga memilih jadi pengusaha ketimbang profesi lain setelah menyelesaikan pendidikan. Ia mengaku ingin seperti orang tuanya yang menjadi wiraswasta. Namun, siswa SMP kelas IX ini malah berencana ke depannya kuliah di ITB. “Di Fakultas Enginering, jurusan Teknik Mesin,” ujarnya mantap.

Adel, mengungkapkan alasan yang sama memilih jadi pengusaha setelah besar nanti. Siswi kelas VI SD ini bercita-cita menjadi seorang pengusaha karena terinspirasi dengan orang tuanya yang membuka usaha toko cat. Ia juga ingin kuliah nantinya, tapi masih belum tahu di kampus mana. Yang jelas setelah tamat SD ia memastikan menyambung di SMP IT Al Kindi, kemudian ke SMA atau MA.

Keinginan jadi pengusaha disampaikan pula oleh Rivazia, siswi SMP kelas IX. Akan tetapi ia masih belum tahu pengusaha di bidang apa. Yang pasti setamat SMP, ia menyambung ke SMAN 1. Selanjutnya, ia berencana kuliah di Unri. “Fakultasnya masih dipikirkan,” ujarnya tersipu.

Jawaban menarik sekaligus membuat kagum disampaikan seorang siswa SMP saat dipanggil maju ke depan dan ditanya oleh Pimpinan KWQ. Siswa kelas IX bertubuh tinggi besar dan berkacamata itu juga berencana kuliah setelah tamat SMA. Tidak hanya jenjang S-1 tapi hingga S-3 atau Doktoral. ”Rencananya mau kuliah di Unand, Fakultas Hukum. Saya ingin jadi Jaksa,” ujar remaja yang mengaku dari keluarga ASN itu penuh percaya diri.

Akan halnya Fathallah, juga punya rencana dan tekad yang kuat melanjutkan pendidikan yang ke jenjang tertinggi. Bahkan, sudah berancang-ancang kuliah di luar negeri. Siswa kelas VI SD ini memastikan setelah tamat akan menyambung ke Pesantren Abu Ad Darda Pekanbaru. Selanjutnya, kuliah ke  Madinah, Saudi Arabia.

“Saya ingin jadi ustadz,” kata Athal, panggilan akrab remaja berbadan gempal yang mengaku memiliki hafalan 4 juz ini. Jawaban dan gayanya yang meyakinkan spontan mendapat aplaus dari rekan-rekannya.

Kepada keenam pelajar yang diajak dialog itu, Fachri Yasin selalu berpesan agar niat dan rencana mereka tersebut harus diberitahukan dan disampaikan sesegera mungkin kepada orang tua karena perlu dukungan untuk mewujudkannya.

Ia juga menekankan tidak masalah mau melanjutkan pendidikan kemana dan memilih profesi yang jadi cita-cita. “Yang penting itu, sudah ada niat dan rencana. Dengan begitu muncul tekad dan usaha untuk meraihnya. Soal tercapai atau tidak itu urusan belakangan,” tandasnya.

Fachri mengaku senang dan bersyukur, karena sebagian besar siswa yang diajak dialog bercita-cita jadi pengusaha. “Kenapa demikian, karena bangsa kita ini mayoritas menganut agama Islam. Tetapi yang menguasai ekonomi selama ini bukan kalangan muslim. Jadi, bagus sekali jika kalian kelak ingin jadi pengusaha, supaya ke depanmenguasai ekonomi dan membantu kesejahteraan umat Islam,” paparnya.

Sebagai wujud terima kasih, pihak Al Kindi Islamic School menyerahkan piagam penghargaan dan souvenir kepada Komunitas KWQ yang diserahkan Ust. Vero Marta kepada Pimpinan KWQ. Acara dilanjutkan dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada masing-masing siswa yang dilakukan secara bersama-sama, diawali Pimpinan KWQ, Pimpinan Sekolah dan majelis guru. Kemudian diakhiri foto bersama dan silaturahim.

Dari informasi yang diperoleh, Al Kindi Islamic School di Jalan Bukit Barisan Pekanbaru sudah cukup lama eksis dan berkiprah di bidang pendidikan. Untuk SD IT mulai beroperasional pada tahun 2013, dan saat ini memiliki 568 siswa. Sedangkan SMP IT beroperasional sejak tahun 2015, dan saat ini memiliki 190 siswa. Kedua sekolah ini menerapkan sistem belajar full day dengan sarana dan fasilitas penunjang yang representatif serta guru-guru yang memiliki kompetensi.

Sebagai informasi tambahan, selain sekolah Al Kindi, Komunitas KWQ pada hari yang sama juga menyerahkan Al-Qur’an untuk 22 siswa Tahfidz untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhwan Pekanbaru. Kemudian, Sabtu (16/5/2026) pagi: penyerahan 62 Al-Qur’an untuk siswa Madrasah Aliyah Al Ikhwan Pekanbaru. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :FA Syam