Dihadiri Wakif, KWQ Kembali Salurkan Al-Qur’an ke Pelajar Tahfidz MTsN 3 Pekanbaru
Acara penyerahan dan pembagian mushaf wakaf itu digelar di aula depan sekolah yang dihadiri langsung Kepala Madrasah, Sukeimi, S.Pd, M.Pd didampingi Jamhurdin, guru dan penanggungjawab Tahfidz dan majelis guru serta segenap siswa kelas Tahfidz. Foto Istimewa
PEKANBARU (DPPR) – Pelajar tahfidz Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Pekanbaru kembali mendapatkan Al-Qur’an gratis yang difasilitasi Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ), Jumat (27/02/2026). Penyerahan sebanyak 13 mushaf Al-Qur’an tambahan tersebut dihadiri 2 dari 5 orang wakif (pewakaf).
Beberapa waktu lalu, KWQ yang dipimpin akademisi senior Riau A.Z. Fachri Yasin ini menyalurkan 97 mushaf Al-Qur’an yang diserahkan secara simbolis kepada siswa/i tahfidz di lapangan madrasah yang berlokasi di Jalan Unggas, Bukitraya, tersebut. Dengan demikian, total sudah 110 mushaf disalurkan kepada pelajar madrasah yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Adapun 97 mushaf itu bersumber dari 8 orang wakif, yakni Jeffri Nazir, Mardawilis, Mursala Kani, Kurnia Wakaf Al-Qur’an, PT Agrapana Bangun Sentosa, Wirtati, Novista Putri dan Yan Prana Jaya. Sedangkan 13 mushaf tambahan berasal dari 5 wakif, yakni Nursana Butet, Zulmariyetti, Sri Petri Haryanti, Srikandi Rita dan Pahmijan.
Pada penyerahan 13 mushaf wakaf tambahan yang juga mode standar produksi King Salman dengan meteode tajwid dan terjemahan berwarna itu, 2 orang wakif yakni Zulmariyetty dan Nursana Butet, turut hadir sekaligus didaulat membagikan langsung kepada pelajar MTsN 3 penerima manfaat.
Acara penyerahan dan pembagian mushaf wakaf itu digelar di aula depan sekolah yang dihadiri langsung Kepala Madrasah, Sukeimi, S.Pd, M.Pd didampingi Jamhurdin, guru dan penanggungjawab Tahfidz dan majelis guru serta segenap siswa kelas Tahfidz.
Pada momentum tersebut, Zulmariyetty dan Nursana Butet juga didaulat menyampaikan sambutan. Keduanya mengingatkan para pelajar penerima wakaf Al-Qur'an untuk senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi Al-Qur'an yang diberikan.
Kedua wakif ini juga berterimakasih dan mengapresiasi komunitas KWQ yang telah memfasilitasi sehingga mereka memperoleh kemudahan dalam merealisasikan niat berwakaf Al-Qur'an. Dan, amanah tersebut oleh komunitas telah dijalankan dengan baik dan tepat sasaran melalui penyaluran kepada siswa tahfidz yang membutuhkan.
Pentingnya Pendidikan dan Cita-cita
Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin pada kesempatan itu, seperti yang sudah-sudah, memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi kepada segenap siswa/i kelas Tahfidz MTsN 3. Pria yang puluhan tahun mengabdi sebagai dosen di di Unri, UIR dan Unilak itu, antara lain bicara tentang arti penting pendidikan dan cita-cita untuk menggapai masa depan yang gemilang.
Fachri yang akan memasuki usia 73 tahun ini berinteraksi dan berdialog langsung dengan para pelajar. Dengan gaya khas dan suara lantangnya, ia melontarkan sejumlah pertanyaaan dan meminta para pelajar tersebut menjawabnya secara jujur dengan mengacungkan tangan ke atas.
“Siapa yang setamat MTsN 3 ini berkeinginan menyambung pendidikan dan kemana akan melanjutkan,” ujarnya. Hampir semua siswa/i tahfidz tunjuk tangan. “Siapa yang akan melanjutkan ke MAN… SMA… dan Pesantren,” sambungnya yang direspons dengan beragam oleh para pelajar.
“Terserah mau menyambung kemana, yang penting kalian harus punya keinginan dan tekad untuk melanjutkan pendidikan. Kalau bisa diupayakan menimba ilmu sampai ke perguruan tinggi. Nah, siapa yang berkeinginan kuliah…” katanya sembari kembali bertanya, dan sekira 75 persen di antara pejalar tersebut tunjuk tangan.
Pimpinan KWQ selanjutnya menanyakan apa keinginan atau cita-cita yang akan diraih kelak, sembari menyebutkan sejumlah profesi, seperti dokter, tentara, pegawai, ustadz dan pengusaha. Mungkin karena malu atau memang belum tahu, hanya sebagian pelajar madrasah yang menjawab apa yang menjadi cita-citanya.
“Tidak apa-apa, yang penting kalian harus ada kemauan dan punya cita-cita, sehingga tahu kemana melangkah untuk menjalani kehidupan nanti. Sebaiknya dari sekarang mulailah merancang untuk melanjutkan pendidikan kemana nantinya, yang disesuaikan dengan cita-cita,” katanya.
Fachri Yasin juga menyampaikan bahwa mushaf Qur’an gratis yang dibagikan tersebut merupakan wakaf yang bersumber dari sejumlah pewakif dari berbagai kalangan. KWQ hanya memfasilitasi untuk disalurkan kepada yang membutuhkan, terutama kalangan pelajar tafhidz.
“Harapan para pewakif tidak banyak, mereka hanya minta Qur’an wakaf ini dimanfaatkan dengan baik dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Penyerahan mushaf Al-Qur’an wakaf oleh komunitas KWQ tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah dan disambut antusias oleh siswa/i tahfidz karena dibutuhkan sebagai fasilitas penunjang untuk aktivitas pembelajaran dan peningkatan hafalan Al-Qur’an. Para pelajar tampak gembira dan semringah saat menerima mushaf tersebut dan acara dikhiri dengan foto bersama. (MNA/SP)








