Banner Atas

Internasional

Terdampak Kabut Asap, Pemerintah Malaysia Tutup Sekolah Dua Hari

Internasional Jumat, 09 Oktober 2026 - 09:54 WIB
Terdampak Kabut Asap, Pemerintah Malaysia Tutup Sekolah Dua Hari

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor Muhammad Naqib Md Ghazali mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan arahan Wali Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa. FOTO ISTIMEWA/INT

INTERNASIONAL (DPPR) – Dampak kabut asal mulai pengaruhi sektor pendidikan di luar negeri. Seluruh sekolah di Johor, Malaysia, ditutup selama dua hari mulai Kamis (8/10/2026) akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu kabut asap.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor Muhammad Naqib Md Ghazali mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan arahan Wali Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa.

“Pemerintah negara bagian memahami penutupan ini dapat berdampak kepada orang tua dan wali siswa yang tetap harus bekerja. Kerja sama dan pengertian dari para pemberi kerja sangat dihargai dengan memberikan fleksibilitas yang sesuai kepada orang tua yang terdampak, termasuk pengaturan kerja yang wajar sesuai dengan kondisi organisasi masing-masing,” kata Naqib dilansir dari CNA.

Johor menjadi negara bagian pertama di Semenanjung Malaysia yang mengumumkan penutupan sekolah sementara selama musim kabut asap tahun ini.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah sekitar 300 institusi pendidikan di Distrik Batu Pahat ditutup pada Rabu karena Indeks Pencemaran Udara (API) mencapai kategori sangat tidak sehat.

Naqib mengatakan berbagai asesmen yang dijadwalkan selama periode penutupan akan ditunda. Pelaksanaannya akan ditentukan oleh Departemen Pendidikan Johor dan pihak terkait.

Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar dari rumah akan dilaksanakan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.

“Meski keputusan ini memerlukan penyesuaian dari semua pihak, dalam kondisi saat ini, keselamatan dan kesehatan anak-anak Johor harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Kualitas udara di sejumlah wilayah Johor terus memburuk. Pada Selasa (6/10/2026) lalu. API di Batu Pahat mencapai 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Malaysia pada saat itu, menurut laporan media lokal New Straits Times.

Berdasarkan skala API Malaysia, indeks 0-50 dikategorikan baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan lebih dari 300 masuk kategori berbahaya.

Pada Rabu sore, API di Segamat dan Pasir Gudang masing-masing mencapai 171. Selanjutnya, Tangkak mencatat 168, Kluang 166, Larkin 162, Kota Tinggi 160, dan Pengerang 156.

Di tengah memburuknya kualitas udara, Menteri Besar Johor Onn Hafiz Ghazi meminta ASEAN mengambil peran lebih aktif dalam menangani krisis kabut asap regional dan menggelar pertemuan darurat.

“Dengan kerja sama, pencegahan, pemantauan, dan respons yang efektif, berbagai upaya dapat segera dilaksanakan secara efektif bagi masyarakat di seluruh kawasan,” kata Onn Hafiz dalam pernyataan, Rabu malam.

Menurut Onn Hafiz, persoalan tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Konsul Jenderal Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto.

Krisis kabut asap menjadi persoalan lintas batas di Asia Tenggara yang kerap memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi cuaca mendukung penyebaran asap ke wilayah negara lain. (MNA/SP)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam