Disdik Riau Dukung 10.000 Siswa SMA dan SMK se-Pekanbaru akan Bertanjak di Kenduri Akbar Melayu 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau H Erisman Yahya menyampaikan apresiasi atas inisiatif menyelenggarakan Kenduri Akbar Melayu 2026 sebagai upaya melestarikan budaya Melayu sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas daerah. HUMAS DISDIK RIAU/FS
RIAU (DPPR) - Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau, Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara bersama Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu akan menggelar Kenduri Akbar Melayu 2026 yang dipusatkan di halaman Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.
Kegiatan tersebut direncanakan menjadi salah satu agenda budaya terbesar dalam peringatan HUT Provinsi Riau dengan target memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penggunaan tanjak secara serentak yang melibatkan sekitar 10.000 siswa dari SMA, SMK Negeri dan Swasta se-Kota Pekanbaru.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau H Erisman Yahya menyampaikan apresiasi atas inisiatif menyelenggarakan Kenduri Akbar Melayu 2026 sebagai upaya melestarikan budaya Melayu sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap identitas daerah.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Melayu kepada para pelajar. Dinas Pendidikan siap mendukung agar kegiatan ini berjalan dengan baik, tertib, dan sukses,” ujarnya.
Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dalam rapat antara lain pengaturan transportasi siswa dari sekolah menuju lokasi kegiatan, penyediaan konsumsi, pengaturan arus masuk dan keluar peserta, serta penataan area parkir agar tidak terjadi kemacetan maupun penumpukan massa di sekitar lokasi.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau meminta setiap sekolah yang mengirimkan siswa serta menugaskan guru pendamping untuk mengawasi siswa selama kegiatan berlangsung. Ia juga meminta agar daftar Person in Charge (PIC) dari masing-masing sekolah disiapkan dan dapat dihubungi dengan mudah, serta menempatkan petugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau sebagai bagian dari tim koordinasi di lapangan. (MNA/SP)








