Banner Atas

Siak Sriindrapura

Selamatkan Pesisir Riau dari Abrasi, BEM Unilak Tanam Mangrove di Siak

Daerah Selasa, 28 Juli 2026 - 09:30 WIB
Selamatkan Pesisir Riau dari Abrasi, BEM Unilak Tanam Mangrove di Siak

BEM Unilak berharap momentum Hari Mangrove Sedunia 2026 dapat memperkuat kolaborasi Pentahelix antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam menjaga pesisir Riau. HUMAS UNILAK/FS

SIAK (DPPR) – Sempena Hari Mangrove Sedunia, BEM Universitas Lancang Kuning (Unilak) Kabinet Bahtra Karsa turut berpartisipasi dalam aksi penanaman mangrove di Desa Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak' style='color:#0078b8;'>Siak, Ahad (26/7/2026) lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Siak, Ibu Dr. Afni Zulkifli, jajaran Forkopimda, serta berbagai pihak yang mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Mahasiswa Unilak, Desman Anugrah Natal Hulu, menyampaikan usulan agar penanaman mangrove ke depan dapat menggunakan sistem rumpun berjarak, yakni bibit ditanam dalam media pelindung seperti kotak atau bambu untuk mengurangi risiko bibit hanyut saat air pasang dan meningkatkan peluang tumbuh.

"Keberhasilan konservasi bukan hanya tentang berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi juga berapa banyak yang mampu tumbuh dan bertahan hingga menjadi benteng alami bagi pesisir," ujar Desman.

Ia juga menyoroti ancaman abrasi di sejumlah wilayah pesisir Riau, salah satunya di Pantai Prapat Tunggal, Pulau Bengkalis, yang tidak hanya menggerus daratan tetapi juga mengancam potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan BEM Unilak, Salman Syahputra menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga mangrove.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya harus terlibat dalam penanaman, tetapi juga dalam edukasi, pengawasan, dan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Sekretaris Jenderal BEM Unilak, M. Hikmal Akbar, yang menilai penyelamatan mangrove membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui edukasi, rehabilitasi, pengawasan, dan penegakan hukum.

Kepala Staf Presiden Mahasiswa, Riskard Al Abrori, turut menekankan pentingnya pencegahan kerusakan pesisir sejak dini. Sementara Bayu Saputra yang juga Kepala Staf Presiden Mahasiswa BEM Unilak mengingatkan bahwa bibit yang telah ditanam harus dirawat dan dipantau agar dapat tumbuh menjadi ekosistem mangrove yang kuat.

BEM Unilak berharap momentum Hari Mangrove Sedunia 2026 dapat memperkuat kolaborasi Pentahelix antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media dalam menjaga pesisir Riau.

Mangrove bukan hanya benteng alami dari abrasi, tetapi juga habitat biota laut, penyerap karbon, dan bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

Dengan semangat "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing", BEM Unilak mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir Riau demi generasi yang akan datang. (MNA/SP)

 

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam