Banner Atas

Provinsi Riau

Baznas Riau 2026 Targetkan Penerimaan Zakat Lebih Tinggi, Perluas Jangkauan Beasiswa

Daerah Senin, 11 Mei 2026 - 10:46 WIB
Baznas Riau 2026 Targetkan Penerimaan Zakat Lebih Tinggi, Perluas Jangkauan Beasiswa

Kepala Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan HUMAS BAZNAS RIAU/FS

RIAU (DPPR) – Sebuah dukungan untuk peningkatan pendidikan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau menetapkan target pengumpulan zakat yang cukup ambisius untuk tahun anggaran 2026, yaitu Rp70,4 miliar. Angka tersebut mencerminkan peningkatan sebesar Rp10 miliar dibandingkan dengan pencapaian tahun 2025 lalu.

Kepala Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, menyatakan optimisme bahwa target ini dapat dicapai melalui optimalisasi potensi zakat di berbagai lapisan masyarakat. Sejauh ini, sumber utama penerimaan zakat di Bumi Lancang Kuning masih didominasi oleh kontribusi dari Aparat Sipil Nasional (ASN) di Pemerintah Provinsi Riau.

“Target pendapatan tahun ini memang lebih tinggi sekitar Rp. 10 miliar dari tahun lalu. Selain ASN, kami juga terus menjajaki potensi zakat dari masyarakat umum. Kami memohon doa dan dukungan agar amanah ini dapat terkumpul sesuai target,” kata Masriadi, Ahad (10/5/2026).

Berdasarkan data terbaru hingga awal Mei 2026, Baznas Riau mencatat bahwa akumulasi penerimaan zakat telah mencapai Rp18.456.107.551. Masriadi mengakui bahwa realisasi tersebut masih cukup jauh dari target tahunan, tetapi ia menjelaskan bahwa rata-rata penerimaan rutin bulanan berada di kisaran Rp4,5 miliar, yang menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun.

Sebagai lembaga pengelola zakat yang bertindak sebagai mitra pemerintah, Baznas Riau memastikan bahwa dana yang terkumpul disalurkan langsung kepada mereka yang berhak (mustahik). Hingga saat ini, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp17,8 miliar. Alokasi terbesar diserap oleh program Riau Peduli sebesar Rp8,4 miliar, yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa pakaian, makanan, dan tempat tinggal bagi masyarakat kurang mampu.

Sektor pendidikan juga menjadi prioritas utama melalui program Riau Cerdas dengan penyerapan dana sebesar Rp6,2 miliar. Dana ini digunakan untuk beasiswa, pembayaran utang pendidikan, dan peningkatan fasilitas sekolah. Selain itu, Baznas Riau aktif membiayai operasional tiga Pondok Pesantren Al Hidayah yang berlokasi di daerah pesisir dan terpencil, yaitu Pulau Mendol (Pelalawan), Rupat Utara (Bengkalis), dan Pulau Rangsang (Kepulauan Meranti).

Selain pendidikan dan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi menjadi fokus program Riau Makmur yang telah menyalurkan Rp 1 miliar sebagai modal ventura bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, program Riau Sehat menyerap Rp 1,2 miliar untuk bantuan biaya pengobatan, dan program Riau Dakwah mengalokasikan Rp 1 miliar untuk pembangunan konvoi serta bantuan bagi para dais yang bekerja di pedalaman Riau.

Kabar baik bagi akademisi, Baznas Riau tahun ini secara resmi membuka pendaftaran program beasiswa yang menargetkan 1.570 mahasiswa dari Riau. Program ini, yang dibuka hingga Juli 2026, bertujuan untuk menyamakan akses ke pendidikan tinggi.

"Kami terus berupaya untuk menjadi bagian dari solusi untuk menyamakan kualitas sumber daya manusia di Riau melalui skema bantuan pendidikan yang terukur," jelas Masriadi Hasan.

Program beasiswa ini dibagi menjadi tiga kategori utama. Pertama adalah Beasiswa Tuah Riau (BESTARI) yang dialokasikan untuk 120 mahasiswa dari semester 2 hingga 8. Skema ini mencakup bantuan UKT penuh, biaya hidup bulanan, serta program pengembangan karakter. Jalur penerimaan dibagi menjadi 100 kuota untuk jalur Afirmasi dan 20 kuota khusus untuk mahasiswa penyandang disabilitas.

Kategori kedua adalah Bantuan Pendidikan Luar Negeri yang ditujukan untuk mahasiswa Riau yang belajar di Timur Tengah. Terdapat 200 kuota untuk bantuan biaya keberangkatan serta 100 kuota bantuan prestasi bagi mereka yang memiliki rekam jejak akademik cemerlang di luar negeri. Bantuan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda Riau yang berdaya saing internasional di bidang agama dan ilmu pengetahuan.

Kategori terakhir adalah Bantuan Tugas Akhir yang memiliki kuota terbesar, yaitu 1.150 orang. Rinciannya terdiri dari 1.000 mahasiswa S1 jalur umum, serta bantuan khusus untuk penelitian tema Zakat, Infak, Sedekah, dan Waqf (ZISWAF) untuk S1 (100 orang), S2 (30 orang), dan S3 (20 orang). Skema ini bertujuan untuk mempercepat kelulusan mahasiswa agar mereka dapat langsung berkontribusi kepada masyarakat.

Semua informasi tentang pendaftaran teknis dan petunjuk teknis untuk setiap beasiswa dapat diakses secara online melalui tautan resmi yang telah disediakan. Masriadi berharap sekolah dan perguruan tinggi secara proaktif mensosialisasikan kesempatan ini agar bantuan dapat sampai kepada siswa yang benar-benar membutuhkannya tepat waktu. (MNA/MCR)

Muthia NA
Editor :Fithriady Syam